Logo Bloomberg Technoz

Pamor rupiah juga akan didukung oleh kembalinya kepercayaan diri para pemodal akan membaiknya perekonomian Indonesia pada Kuartal IV–2025. Pemerintah turut optimistis target pertumbuhan ekonomi bakal mencapai 5,2% sampai dengan tutup tahun.

Mata Uang Asia vs Dolar AS (Sumber: Bloomberg)

"Kuartal III–2025 kan rata-rata pertumbuhan lebih rendah dari kuartal sebelumnya, tapi angka 5,04% itu angka yang baik karena bisa bertahan 5%," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada jurnalis di Istana Kepresidenan, Jakarta.

"[Target] full year 5,2% bisa dicapai."

Dalam kesempatan lain, Airlangga mengutarakan optimisme itu ikut didorong oleh stimulus lanjutan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat pada periode kuartal IV tahun ini.

Dolar AS Loyo

Laju dolar AS yang mengendur loyo, jadi energi pendorong rupiah. Kemarin, Dollar Index (yang menggambarkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) ditutup melemah tipis 0,02% ke 100,204.

Hari ini, indeks tersebut masih merah. Pada pukul 18.00 WIB, Dollar Index terdepresiasi mencapai 0,24% ke 99,968.

Dolar AS mendapati tekanan setelah lonjakan PHK di Amerika Serikat memperkuat spekulasi The Fed akan melonggarkan kebijakan moneter.

DXY Melemah (Bloomberg)

Pasar uang, seperti yang dilaporkan Bloomberg News, memperkirakan peluang lebih dari 60% untuk terjadinya pemangkasan suku bunga pada Desember—melonjak dari 46% pada penutupan perdagangan Rabu.

Perusahaan-perusahaan AS mengumumkan 153.074 PHK pada Oktober, jumlah tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2003 dan bertambah 175% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh langkah efisiensi biaya dan restrukturisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di bisnis teknologi, pergudangan, dan ritel.

Dengan penutupan sebagian pemerintahan AS, sekaligus menjadi yang terlama dalam sejarah, data alternatif seperti laporan dari Challenger semakin menjadi acuan penting untuk menilai kondisi pasar tenaga kerja dan menjadi navigasi arah pasar.

Pasar meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed setelah data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS melemah.

"Temuan ini memperkuat retorika hati–hati dan cenderung dovish dari The Fed terkait kondisi pasar tenaga kerja," ujar Evelyne Gomez–Liechti, Strategis di Mizuho International Plc, mengutip Bloomberg News.

Sebelumnya, pejabat The Fed Lisa Cook menyampaikan kekhawatirannya terhadap pasar tenaga kerja saat ini lebih besar dibandingkan risiko inflasi.

"Pasar terlihat ‘surprisingly calm’—atau setidaknya lebih tenang," tegas Mingze Wu, trader dari StoneX, seraya menambahkan bahwa aliran dana safe haven ke dolar AS mulai mereda.

(fad/ros)

No more pages