"Bagi saya setiap kesulitan adalah proses untuk membentuk karakter dan saya ingin proses ini memberikan manfaat bagi orang lain," ungkapnya.
Runi menuturkan bahwa ia menyaksikan langsung perkembangan pesat usaha para nasabah binaannya. Usaha tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Baginya, keberhasilan para nasabah menjadi bukti bahwa tugasnya bukan sekadar mengejar target pembiayaan, melainkan membantu orang lain menemukan jalan untuk memperbaiki kehidupan mereka.
“Saya selalu bilang ke nasabah, modal bukan hanya uang, tapi juga keberanian untuk mencoba. Dan kami di PNM ingin jadi teman yang menyalakan keberanian itu,” ujar Runi.
Banyak karyawan PNM juga menjadi tulang punggung keluarga, bekerja tidak hanya untuk memberdayakan nasabah, tetapi juga demi masa depan yang lebih baik bagi orang-orang terdekat mereka. Seperti Runi, banyak AO yang bangga karena anak-anak mereka kini bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi, bahkan menjadi generasi pertama di keluarga yang kuliah. Komitmen ini menunjukkan bahwa misi pemberdayaan PNM tidak hanya berdampak ke masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai keluarga dan rasa kemanusiaan di dalam diri para karyawannya.
PNM menegaskan bahwa di tengah dinamika dan tantangan yang terus berubah, PNM berkomitmen untuk menumbuhkan karyawan sebagai manusia yang berdaya, bukan sekadar pekerja, karena merekalah cerminan nyata dari semangat dan komitmen pemberdayaan itu sendiri.
(tim)
































