Fakta menarik lain bahwa mayoritas atau sekitar 63% kelas pekerja di AS sebut tidak optimal memakai AI (atau tidak sama sekali) selama aktivitas kerja. Hanya sekitar satu dari enam pekerja dimana mereka beraktivitas dengan bantuan AI.
Sementara 81% pekerja lainnya dapat dikategorikan sebagai non-pengguna AI. “Ini termasuk 63% yang mengatakan mereka tidak banyak menggunakan AI atau sama sekali tidak menggunakannya dalam pekerjaan mereka, serta 17% yang belum pernah mendengar tentang penggunaan AI di tempat kerja,” sebut Pew Research Center.
Data juga menyebut 55% pekerja di Amerika Serikat jarang atau belum pernah mengoptimalkan chatbot AI dengan rincian staf usia 18–29 tahun kelompok yang kemungkinan menggunakan chatbot AI di tempat kerja setidaknya beberapa kali sebulan. Kelompok ini mengambil porsi 23% berbanding 17% atau kurang pada staf berusia lebih tua.
Tujuan penggunaan chatbot AI mayoritas untuk kebutuhan riset (57%), diikuti dengan melakukan tugas edit konten tertulis (52%), serta menyusun konten naskah (47%). Temuan lain bahwa kelas bekerja yang sudah menggunakan AI menyatakan fitur ini bisa membantu pekerjaan dari sisi kecepatan namun tidak kualitas hasil kerja.
“Sekitar satu dari sepuluh pekerja mengatakan mereka menggunakan chatbot AI – seperti ChatGPT, Gemini, atau Copilot – di tempat kerja setiap hari atau beberapa kali seminggu; 7% menggunakannya beberapa kali sebulan.”
(fik/wep)



























