Sanksi Baru AS ke Rusia Dorong Lonjakan Harga Minyak Dunia
News
24 October 2025 08:10

Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Juni setelah sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap dua produsen utama Rusia mengguncang pasar global. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan dan mendorong permintaan terhadap jenis minyak alternatif.
Harga minyak mentah Brent diperdagangkan mendekati US$66 per barel setelah naik 5,4% pada sesi sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada sedikit di bawah US$62. Arus minyak mentah Rusia ke India — salah satu pembeli utama — diperkirakan anjlok setelah sanksi dijatuhkan kepada Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC, meskipun dampaknya terhadap pembelian oleh China masih belum jelas.
Donald Trump berencana membahas peningkatan pembelian minyak Rusia oleh China dengan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan mereka pekan depan. Moskow kemungkinan akan meminta China membeli lebih banyak minyak jika India mengurangi impor, namun perekonomian terbesar kedua di dunia itu dinilai tidak akan mampu menyerap seluruh surplus pasokan tersebut.
Langkah AS ini muncul di tengah meningkatnya pasokan global, sementara Rusia dikenal piawai menghindari dampak sanksi yang diberlakukan sejak invasi ke Ukraina. Menteri Perminyakan Kuwait mengatakan OPEC siap meningkatkan produksi jika permintaan meningkat, sembari memperingatkan potensi lonjakan harga minyak dunia.
































