Logo Bloomberg Technoz

Seperti yang diketahui, nilai investasi proyek Whoosh semula diperkirakan sekitar US$6 miliar, namun kini membengkak menjadi US$7,27 miliar atau lebih dari Rp115 triliun.

Sekitar 75% dari total kebutuhan dana berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan tenor hingga 40 tahun, sementara 25% sisanya ditanggung oleh konsorsium pemegang saham.

Pinjaman utama dari CDB dikenakan bunga sekitar 2% per tahun, sedangkan tambahan pembiayaan akibat cost overrun memiliki bunga sekitar 3,4%. Dengan total pinjaman mencapai US$4,55 miliar, beban bunga tahunan proyek tersebut mendekati US$120 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat itu, Didiek Hartantyo, pernah menjelaskan bahwa struktur pinjaman dari CDB terdiri atas dua denominasi. Dari total utang sebesar US$542,7 juta, sebanyak US$325,6 juta (setara Rp5,04 triliun) berbentuk pinjaman dalam dolar AS dengan bunga tetap 3,2%, sedangkan US$217 juta (sekitar Rp3,36 triliun) berbentuk pinjaman dalam yuan (RMB) dengan bunga tetap 3,1%. Kedua jenis pinjaman tersebut memiliki tenor selama 45 tahun.

(dhf)

No more pages