"Untuk itu dibutuhkan pembimbing yang sudah mapan. Tidak bisa jalan sendiri," tegasnya.
Bebin juga menyoroti mengenai kesiapan waktu. "Apakah itu semua bisa siap dalam 3-5 tahun? Ketika tiba waktunya [siap dipasarkan], desain yang diminati sudah berubah, teknologi sudah lebih maju.... Itulah tantangan yang harus dihadapi,"
Sebelumnya, dalam rapat kabinet awal pekan lalu, Presiden mengungkapkan bahwa pondasi untuk mencapai mobil nasional sudah mulai dirintis, termasuk alokasi dana dan penyiapan lahan untuk fasilitas pabrik.
"Kita mulai rintis, kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang," kata Prabowo dalam sambutannya di Sidang Kabinet Paripurna, dikutip Rabu (22/10/2025). "Saya sudah alokasi dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya, sedang bekerja sekarang tim."
Sebagai langkah awal, Prabowo menyoroti keberhasilan produksi kendaraan taktis ringan, Jeep Maung. Ia menegaskan bahwa kendaraan ini menjadi simbol kebanggaan nasional, khususnya di kalangan pejabat militer.
"Kita sudah menghasilkan Jeep buatan Indonesia. Jadi sekarang pejabat-pejabat kita, perwira-perwira kita bangga, kita tidak pakai jeep buatan negara lain. Kita pakai jeep buatan Indonesia sendiri," ujarnya.
Target tiga tahun yang ambisius ini memicu pandangan dari pengamat otomotif mengenai urgensi dan tantangan yang menyertai.
Sebenarnya, Wacana mobil nasional bukanlah hal baru di Indonesia, dan perjalanan industri otomotif domestik telah diwarnai oleh sejumlah proyek dengan tujuan serupa.
Proyek mobil nasional paling signifikan yang pernah ada adalah Timor pada tahun 1996 di era Presiden Soeharto. Melalui penetapan mobil nasional ini, pemerintah memberikan berbagai fasilitas fiskal. Sayangnya, proyek ini harus terhenti tak lama setelah krisis moneter 1998 dan berujung pada gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Di era Presiden Joko Widodo, proyek mobil nasional juga sempat mendapatkan angin segar melalui merek Esemka.
Mobil yang awalnya dirintis oleh siswa-siswa SMK di Solo ini kemudian berkembang menjadi pabrik perakitan yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2019 di Boyolali. Esemka sempat mengeluarkan model pertamanya berupa mobil niaga ringan Bima. Hingga kini, kehadirannya di pasar domestik masih belum masif.
(ell)































