“Saya akan mengatakan semuanya terkait hal itu, dan tahun ini memang tidak biasa,” kata Kreiz mengenai ketidakpastian tarif tersebut.
Peritel yang sebelumnya mengambil alih kepemilikan mainan di negara tempat barang diproduksi dan mengatur pengiriman sendiri — yang dikenal di industri sebagai direct imports — kini memilih membeli barang hanya setelah Mattel membawanya ke dalam negeri, yang dikenal sebagai domestic shipping, kata Kreiz.
“Hal ini telah mendorong lebih banyak pesanan dari kuartal kedua ke kuartal ketiga, dan kemudian dari kuartal ketiga ke kuartal keempat, yang akan membuat kuartal keempat menjadi sangat besar,” ujarnya.
Permintaan konsumen tetap kuat, kata Kreiz, dengan pembeli membeli lebih banyak barang dibandingkan periode yang sama tahun lalu serta membayar harga per unit yang lebih tinggi. Produk seperti permainan kartu Uno, Barbie Dreamhouse, dan boneka berdasarkan film Wicked dari Universal Pictures milik Comcast Corp. akan mendorong penjualan di kuartal keempat, tambahnya.
Mattel, yang berbasis di El Segundo, California, dan mengelola waralaba seperti Thomas & Friends serta Masters of the Universe, menegaskan kembali perkiraannya bahwa penjualan akan tumbuh 1% hingga 3% sepanjang tahun ini. Perusahaan memperkirakan laba sebesar US$1,54 hingga US$1,66 per saham, sejalan dengan perkiraan saat ini.
Perusahaan memperkirakan tarif akan memangkas labanya pada 2026 sebesar kurang dari US$200 juta, meskipun angka tersebut belum memperhitungkan langkah mitigasi yang akan dilakukan Mattel, kata Chief Financial Officer Paul Ruh dalam panggilan dengan investor. Mattel tidak akan menaikkan harga mainannya lebih lanjut tahun ini, kata Ruh, seraya menambahkan bahwa strategi harga untuk 2026 akan dibahas saat laporan laba kuartal keempat.
Penurunan penjualan di kuartal ketiga dipimpin oleh produk bayi dan balita seperti Fisher-Price, serta boneka Barbie. Sementara itu, pendapatan dari Hot Wheels dan figur aksi meningkat.
Perusahaan mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan akan membeli kurang dari 15% mainan untuk pasar AS dari China pada 2026 dan kurang dari 10% pada 2027. Pasar Amerika Utara menyumbang lebih dari setengah pendapatan tahunan perusahaan.
Sebelumnya pada Selasa, Netflix Inc. mengatakan bahwa Mattel dan pesaingnya Hasbro Inc. akan memproduksi mainan, barang koleksi, permainan, dan produk peran berdasarkan film populer KPop Demon Hunters.
Pada bulan Juni, Mattel juga mengumumkan kemitraannya dengan OpenAI Inc. untuk mengembangkan mainan baru dan memodernisasi produk seperti Polly Pocket dan Magic 8 Ball dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
(bbn)





























