Logo Bloomberg Technoz

1,5 Juta Lapangan Kerja dari MBG, Prabowo Yakin Ekonomi Tumbuh

Redaksi
16 October 2025 13:23

Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025. (Dok BPMI)
Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025. (Dok BPMI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat dan pencipta lapangan kerja dalam skala besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi dialog bersama Chairman dan Editor-in-Chief Forbes Media Steve Forbes, pada acara Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10).

Program MBG Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Dalam sesi tersebut, Prabowo menyampaikan optimismenya terhadap target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dinilainya sangat bisa dicapai.

“Saya pikir pertumbuhan 8% sangat bisa dicapai. Misalnya, dengan program MBG ini saja, kami menciptakan langsung 1,5 juta lapangan kerja. Ada 30.000 dapur dan tiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang. Itu artinya 1,5 juta pekerjaan langsung,” ujar Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo menyebut bahwa dampak ekonomi dari program ini jauh melampaui angka tenaga kerja langsung. Menurutnya, setiap dapur MBG memicu terbentuknya rantai pasok baru yang memberdayakan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi produksi.

“Setiap dapur menciptakan sekitar 15 wirausaha lokal baru. Ada yang menjual telur, sayur, ikan, daging, satu lagi garam. Dan masing-masing dari mereka memiliki 5, 10, atau 15 pekerja,” tambahnya.

Efek Berganda MBG Ciptakan Ekosistem Ekonomi Baru

Program MBG, menurut Prabowo, memiliki efek berganda yang membentuk ekosistem ekonomi rakyat yang dinamis. Dari hulu hingga hilir, MBG menciptakan peluang kerja dan usaha di seluruh lapisan masyarakat.

Setiap dapur yang beroperasi bukan hanya memberi manfaat bagi tenaga kerja langsung, tetapi juga memicu tumbuhnya usaha mikro di sekitar lingkungan dapur. Para petani dan nelayan mendapat pasar baru yang stabil, sementara pelaku usaha kecil terlibat dalam rantai distribusi bahan makanan bergizi.

Efek domino ini meningkatkan pendapatan masyarakat di tingkat bawah dan mendorong roda ekonomi lokal untuk terus berputar. Prabowo menilai, keberhasilan MBG menunjukkan bahwa kebijakan sosial bisa menjadi instrumen efektif dalam pembangunan ekonomi nasional.

Rakyat Punya Uang, Ekonomi Berputar Lebih Cepat

“Kalau masyarakat punya uang, apa yang mereka lakukan? Mereka beli sepatu, pakaian, memperbaiki rumah, mungkin membeli sepeda motor atau televisi. Jadi saya pikir beginilah caranya,” tegas Prabowo.

Ucapan tersebut menggambarkan filosofi ekonomi yang diusungnya: pertumbuhan ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat akibat program MBG, konsumsi rumah tangga akan naik dan memperkuat pasar domestik.

Kenaikan daya beli masyarakat ini pada akhirnya berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Prabowo menekankan, pembangunan tidak harus dimulai dari proyek besar, tetapi dapat tumbuh dari dapur-dapur kecil yang memberi makan anak bangsa setiap hari.

Optimisme Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Dengan fondasi ekonomi rakyat yang kuat, Prabowo optimistis bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai dalam waktu dekat. Ia menilai bahwa kebijakan yang menyeimbangkan antara peningkatan kesejahteraan dan produktivitas adalah kunci menuju keberhasilan ekonomi nasional.

Program Makan Bergizi Gratis, lanjutnya, telah menjadi contoh nyata bagaimana intervensi sosial dapat menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan. MBG bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang pemberdayaan masyarakat dan penciptaan nilai ekonomi baru di seluruh penjuru negeri.