Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, Kementerian Transportasi China menyatakan sedang menyelidiki dampak dari investigasi Pasal 301 yang dilakukan Perwakilan Dagang AS (USTR) terhadap sektor maritim China. Pemerintah China juga membuka kemungkinan untuk menerapkan langkah balasan tambahan di waktu mendatang.

Sengketa ini berpotensi berdampak besar terhadap perekonomian global, mengingat sekitar 80% perdagangan dunia bergantung pada jalur laut. Washington pada April lalu telah mengumumkan rencana untuk membatasi dominasi industri galangan kapal China, sekaligus memperkuat kemampuan domestik AS. Kebijakan tersebut membuat beberapa galangan kapal China kehilangan pangsa pasar, sementara perusahaan pelayaran China menghadapi sanksi berat ketika berlabuh di pelabuhan AS.

Di sisi lain, galangan kapal Korea Selatan berupaya mendekati Washington dengan menawarkan kerja sama untuk mendukung kebangkitan industri perkapalan AS. Hanwha Ocean menjadi galangan kapal Korea pertama yang mengakuisisi galangan kapal AS, dan kini berupaya mentransfer sebagian keahliannya ke fasilitas produksi di Amerika.

Adapun lima entitas yang dibatasi oleh China meliputi Hanwha Shipping LLC, Hanwha Philly Shipyard Inc, Hanwha Ocean USA International LLC, Hanwha Shipping Holdings LLC, dan HS USA Holdings Corp.

Perwakilan Hanwha Ocean di Seoul maupun Hanwha USA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kebijakan terbaru tersebut.

(bbn)

No more pages