Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Diam-diam Borong 10 Saham Ini

Muhammad Julian Fadli
14 October 2025 08:09

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Senin 13 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,37% ke 8.227. Diam–diam investor asing memborong saham BRMS hingga saham BREN.

Berseberangan dengan merahnya IHSG, investor asing masih melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp2,29 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Namun, di pasar reguler investor asing masih net sell sejumlah Rp586 miliar.

Adapun investor asing mencatat net buy pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencapai Rp262 miliar. Didorong tren pembelian yang masif, saham BRMS melesat 14% ditutup di posisi Rp1.075/saham.

Penutupan Saham BRMS pada Senin 13 OKTOBER 2025 (Sumber: Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing selama perdagangan Senin (13/10/2025):

  1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp262 miliar
  2. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp86,4 miliar
  3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp79,1 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp76,9 miliar
  5. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp63,5 miliar
  6. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp58,47 miliar
  7. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp48,02 miliar
  8. PT Astra International Tbk (ASII) Rp47,66 miliar
  9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp44,42 miliar
  10. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp25,4 miliar

Sedang, investor asing net sell yang masif pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp265,22 miliar. Imbas tekanan jual, saham BBRI melemah 1,88% mencapai posisi Rp3.660/saham.

Penutupan Saham BBRI pada Senin 13 OKTOBER 2025 (Sumber: Bloomberg)