Logo Bloomberg Technoz

ESDM Siap Evaluasi Ekspor Emas Antam Gegara Impor 30 Ton/Tahun

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 October 2025 11:00

Karyawati merapihkan emas logam mulia Antam di Butik Emas ANTAM, Jakarta, Selasa (16/72024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawati merapihkan emas logam mulia Antam di Butik Emas ANTAM, Jakarta, Selasa (16/72024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku siap untuk mengevaluasi ekspor emas PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam, usai perseroan melaporkan masih mengimpor sekitar 30 ton emas per tahun untuk memenuhi permintaan domestik.

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno mengamini bahwa ANTM masih mengimpor sekitar 30 ton emas per tahun sebab pasokan dari Indonesia tak mencukupi.

Dengan begitu, kementeriannya siap mengevaluasi ekspor emas ANTM jika diperlukan demi menekan besaran impor emas yang dilakukan Antam.


“Ekspor nanti kita coba lihat; siapa saja yang ekspor? Terus mekanisme apakah? Kalau misalnya nanti biayanya seperti apa? Apakah impor ada tax, ekspor ada tax? Atau seperti apa? Nanti yang menguntungkan kan artinya yang menguntungkan itu seperti apa? Nah, itu yang kita putuskan,” kata Tri ditemui awak media, di kantor BPH Migas, dikutip Jumat (3/10/2025).

Karyawan merapihkan Logam Mulia di Butik Emas Antam, Pulogadung, Jakarta, Selasa (15/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Akan tetapi, Tri juga mensinyalir impor emas yang dilakukan ANTM berpotensi berkurang setelah terealisasinya perjanjian jual beli dengan PT Freeport Indonesia  (PTFI) sekitar 30 ton emas dari fasilitas precious metal refinery (PMR), bagian kompleks smelter katoda tembaga PTFI di Gresik, Jawa Timur.