Ia meminta masyarakat Indonesia terus mendukung Global Sumud Flotilla dan menekan pemerintah agar membantu misi kemanusiaan membuka blokade terhadap Palestina.
Meski demikian, Wanda menegaskan tak akan putus asa. Ia berjanji kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan armada yang lebih kuat dan mandiri.
“Saya akan kembali ke Indonesia tapi saya berjanji, saya akan kembali… untuk mempersiapkan armada yang lebih baik lagi… Insya Allah kita akan punya kapal sendiri yang lebih hebat lagi.” Pernyataan tersebut menutup pesannya dengan seruan solidaritas dan doa untuk Palestina.
Kisah Wanda adalah bagian dari gelombang aksi internasional Global Sumud Flotilla—armada sipil dari berbagai negara yang mencoba menembus blokade laut Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan. Sejumlah laporan internasional menyebut armada ini menghadapi hambatan, penghadangan, dan insiden keamanan saat mendekati wilayah blokade.
Penyelenggara dan media lokal telah memantau situasi sejumlah kapal peserta, termasuk kapal-kapal yang terpaksa tertahan atau kembali ke pelabuhan karena masalah administratif, teknis, atau intervensi pihak ketiga. Hingga kini, beberapa peserta terus berkampanye dari luar laut untuk memperjuangkan akses kemanusiaan ke Gaza.
(dec/spt)






























