Perusahaan tengah menyiapkan lebih dari US$10 miliar untuk proyek di Cile selama satu dekade ke depan, serta investasi tambahan di tambang baru di Argentina dan AS.
“BHP adalah produsen tembaga terbesar di dunia, dan kami berharap bisa meningkatkan basis produksi dari 1,7 juta ton menjadi sekitar 2,5 juta ton per tahun,” kata Chief Operations Officer Edgar Basto dalam pernyataan tersebut.
“Untuk mencapai skala itu, diperlukan pertumbuhan signifikan, dan kami beruntung memiliki provinsi tembaga kelas dunia di Australia Selatan.”
Aset BHP di Australia Selatan saat ini menyumbang hampir 20% dari total produksi tembaga perusahaan.
Tahun lalu, BHP menyatakan akan memperluas kapasitas smelter dan kilang di Olympic Dam untuk menaikkan produksi tahunan dari 322.000 ton katoda tembaga menjadi 500.000 ton pada awal 2030-an, termasuk dengan membangun tungku baru.
Harga tembaga terus menguat dalam beberapa pekan terakhir akibat gangguan pasokan, termasuk langkah Freeport-McMoRan Inc. yang mendeklarasikan force majeure di tambang Grasberg, Indonesia.
Pengumuman BHP ini muncul sehari setelah terungkap bahwa pembeli bijih besi milik negara China Mineral Resources Group Co. meminta sejumlah produsen baja besar dan pedagang untuk menghentikan sementara pembelian kargo baru dari BHP.
(bbn)






























