Usulan tersebut akan menjadi bagian dari paket sanksi baru terhadap Rusia. Namun, blok tersebut juga sedang mempertimbangkan larangan tersebut sebagai bagian dari peta jalan untuk menghapus bahan bakar fosil Rusia secara bertahap.
Belum jelas apakah akan ada larangan pasokan atau sanksi yang dijatuhkan pada Yamal LNG, kata Pouyanne. Jika Yamal terkena sanksi, TotalEnergies harus menghentikan pengiriman bahan bakar Rusia dan menerapkan keadaan kahar, tambahnya.
Para pedagang gas Eropa telah memantau dengan saksama langkah-langkah yang diambil oleh AS dan Eropa untuk menekan Rusia agar mengakhiri perangnya di Ukraina, karena sanksi lebih lanjut terhadap ekspor energinya dapat meningkatkan persaingan global untuk kargo.
Rusia adalah penyedia LNG terbesar kedua di Eropa setelah AS, dan sebelum gelombang pasokan baru tiba — yang diperkirakan akan memasuki pasar pada 2026 dan 2027 — pembatasan dapat mendorong harga lebih tinggi dalam waktu dekat.
“Kami menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan para pemimpin politik,” katanya. “Draf terakhir yang kami lihat bukanlah sanksi, melainkan pelarangan.”
TotalEnegies memiliki kontrak untuk 5 juta ton LNG dari Yamal, yang terdiri dari 2 juta ton ke Eropa, 2 juta ton dikirim ke Asia, dan satu lagi tidak terhubung secara geografis, ujarnya.
Pembeli jangka panjang LNG Rusia di Eropa lainnya antara lain Securing Energy for Europe GmbH (SEFE) dari Jerman dan Naturgy Energy Group SA dari Spanyol.
Pouyanne mengatakan awal tahun ini bahwa terdapat banyak alternatif untuk gas Rusia karena pasar diperkirakan akan tercukupi pasokannya mulai 2027, 2028, dan 2029.
(bbn)






























