Logo Bloomberg Technoz

Roberth menjelaskan mekanisme penyediaan pasokan kepada Vivo dengan menggunakan prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku. Harapannya, Vivo dapat berkolaborasi dengan tetap menghormati aturan dan aspek kepatuhan yang berlaku di BUMN.

Setelah kesepakatan tersebut, proses berikutnya akan dilanjutkan dengan uji kualitas dan kuantitas produk BBM menggunakan surveyor yang sudah disepakati bersama.

“Kolaborasi dengan badan usaha swasta menjadi bukti nyata bahwa menjaga energi adalah kerja bersama. Dengan semangat gotong royong, layanan energi diharapkan semakin merata, adil, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Roberth. 

Sekadar catatan, lima BU hilir migas swasta yang beroperasi di Indonesia dan terlibat dalam rapat pembahasan koordinasi BBM dengan Kementerian ESDM akhir-akhir ini a.l. Shell Indonesia (Shell), PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR), Vivo, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (Mobil), dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKR).

Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia sebelumnya mengklaim sudah terdapat empat dari lima operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang telah menyatakan setuju untuk membeli  base fuel dari Pertamina.

Dia menjelaskan PPN juga sudah mendatangkan base fuel atau BBM tanpa tambahan aditif dan pewarna untuk dipasok ke BU hilir migas swasta tersebut. Akan tetapi, hingga kini Kementerian ESDM masih menunggu tindak lanjut dari proses B2B yang dijalankan antara perusahaan swasta dengan Pertamina.

“Sampai Rabu malam itu dari 5 badan usaha swasta, hanya 1 BU swasta yang belum sepakat,” kata Anggia kepada awak media, di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/9/2025).

Lebih lanjut, dia belum dapat memastikan apakah empat perusahaan SPBU swasta yang telah setuju membeli BBM dari Pertamina sudah melakukan transaksi dan mendapatkan BBM yang dibeli atau belum. Dia juga tidak menyebutkan identitas SPBU yang sudah dan belum sepakat untuk membeli base fuel dari Pertamina.

“Itu harus ditanyakan ke BU swasta dan Pertamina masing-masing mekanismenya seperti apa, karena prinsipnya ketika barang sudah ada, mereka sudah deal, sudah melakukan B2B, barang bisa langsung disalurkan,” tuturnya.

Adapun, janji Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa stok BBM di SPBU swasta kembali tersedia dalam 7 hari terhitung sejak pekan lalu resmi meleset.

Sejumlah operator SPBU swasta seperti Shell Indonesia dan BP-AKR masih mengalami kelangkaan pasokan bensin hingga hari ini, atau tepat sepekan setelah Bahlil melontarkan janjinya.

Sebagai contoh, SPBU Shell di Lenteng Agung, Jakarta Selatan masih tidak menjual BBM jenis Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), hingga Shell V-Power Nitro+ (RON 98).

Kondisi serupa juga ditemui di Shell Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Shell Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara BP-AKR, SPBU yang berada di Lenteng Agung, Jakarta Selatan dan Pancoran, Jakarta Selatan masih tidak menjual BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate.

(mfd/del)

No more pages