Penarikan terbaru datang di saat krusial, ketika BMW sedang melakukan penyegaran lini produk di tengah persaingan ketat dengan produsen China. Pada pameran otomotif Munich awal bulan ini, BMW meluncurkan iX3, SUV listrik pertama dari lini produk Neue Klasse yang telah digelontorkan investasi lebih dari €10 miliar (sekitar Rp195 triliun).
Meski telah menanamkan investasi besar untuk perangkat lunak canggih, komputer berperforma tinggi, dan daya jelajah baterai lebih panjang, BMW menghadapi tantangan berat mengejar ketertinggalan dari pesaing asal China seperti BYD Co yang mendominasi pasar mobil listrik massal.
Seperti produsen Jerman lainnya, BMW juga berusaha merebut kembali posisi di pasar China, yang merupakan pasar otomotif terbesar dunia. Produsen lokal tak hanya menguasai pangsa pasar domestik, tetapi juga mulai menarik konsumen di Eropa dengan mobil listrik berharga terjangkau.
Dalam penarikan terbaru, BMW menjelaskan air bisa merembes ke motor starter kendaraan yang terdampak dan menyebabkan korosi. Kondisi ini dapat berujung pada korsleting dan, “dalam kasus terburuk,” kebakaran. Perusahaan menyarankan pemilik mobil terdampak memarkir kendaraan di luar ruangan, jauh dari bangunan, hingga perbaikan dilakukan.
BMW memastikan perbaikan akan diberikan secara gratis, termasuk penggantian motor starter dan baterai pada "sejumlah kecil kendaraan".
(bbn)
































