Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pagi ini telah berbincang dengan Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, dan mendapatkan laporan bahwa upaya evakuasi masih terus dilanjutkan dan lima pekerja lainnya masih belum ditemukan.

“Tim saya juga di sana, Direktur Inspektur Tambang, dan beberapa Inspektur Tambang lain ada di lokasi, di Tembagapura, melaporkan bahwa proses masih terus berjalan dan belum ada aktivitas apa apa. Itu menyangkut dengan kondisi Freeport yang sekarang terjadi,” ucap Bahlil.

Dalam kaitan itu, Bahlil mengklaim sejak terjadinya longsor di Grasberg Block Cave, dia langsung berkoordinasi dengan manajemen Freeport Indonesia dan akhirnya memutuskan untuk menyetop seluruh aktivitas produksi tamban tersebut.

“Dan sekarang, sampai dengan hari ini, belum berproduksi. Tetap masih fokus untuk mencari saudara-saudara kita pekerjaan yang masih belum ditemukan,” ungkap dia.

Bahlil juga tidak menampik penyetopan operasional tambang bawah tanah tersebut akan memberikan dampak terhadap pendapatan perusahaan, maupun yang disetorkan ke negara.

“Freeport kan sudah 51% sampai dengan hari ini milik negara, dan kita doakan agar proses longsor ini bisa segera terselesaikan,” ucap Bahlil.

Sebelumnya, VP Corporate Communications Freeport Indonesia Katri Krisnati mengatakan medan yang ditempuh tim evakuasi kali ini makin sulit dan berisiko.

Katri menuturkan tim evakuasi belakangan ikut menurunkan alat berat termasuk loader kendali jarak jauh. Penggunaan loader jarak jauh diputuskan untuk mengurangi risiko tim penyelamat.

“Kami mengajak semua pihak untuk terus mendoakan dan memberi dukungan moral agar kelima rekan kami segera ditemukan,” kata Katri dalam keterangan tertulis yang diterima Bloomberg Technoz, Rabu (24/9/2025).

Katri menambahkan penggalian dari 2 jalur akses terus dilanjutkan dengan tambahan infrastruktur pendukung lantaran lokasi yang makin dalam dan udara terbatas.

Katri menegaskan, tim penyelamat terus bekerja siang dan malam meskipun menghadapi tantangan dari pergerakan material basah yang berisiko tinggi tersebut.

“Pencarian 5 rekan kerja yang belum ditemukan masih berlangsung,” Katri menegaskan.

Upaya evakuasi karyawan PTFI terjebak longsor itu telah lewat dari dua pekan, sejak insiden itu terjadi pada 8 September 2025.

Lewat keterangan resmi, manajemen PTFI membeberkan longsoran itu membawa lumpur bijih atau wet muck. PTFI melaporkan insiden longsor itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIT yang menutup jalur akses, 7 pekerja terjebak.

Belakangan, tim evakuasi berhasil menemukan 2 pekerja terjebak dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu (20/9/2025). Sementara 5 pekerja lainnya belum ditemukan.

Berdasarkan hasil identifikasi tim medis bersama pihak kepolisian, kedua pekerja yang ditemukan adalah Wigih Hartono dan Irawan, keduanya berprofesi sebagai teknisi listrik dari PT Cita Contract.

“Dengan sangat menyesal dan berduka kami sampaikan mereka telah meninggal dunia,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, dalam video yang diterima, Minggu (22/9/2025).

Tony menegaskan proses evakuasi 5 pekerja lainnya di areal tambang bawah tanah tersebut terus dilanjutkan. Akan tetapi, dia mengakui proses penyelamatan tersebut penuh risiko dan memiliki tantangan yang besar.

Sebelumnya, Freeport-McMoRan Inc. memperkirakan pemulihan operasi tambang emas dan tembaga bawah tanah Grasberg Block Cave baru bisa dicapai sepenuhnya pada 2027.

Menurut keterangan resmi emiten tambang berkode FCX di New York Stock Exchange (NYSE) itu, insiden longsoran lumpur bijih atau wet muck membuat infrastruktur pendukung produksi di GBC rusak.

(azr/wdh)

No more pages