Logo Bloomberg Technoz

Standard Chartered misalnya, menawarkan bunga deposito US$ sebesar 3,80% per tahun untuk tenor enam bulan dengan syarat dana segar (fresh funds) minimum sebesar US$25.000.

Sementara itu, bank-bank besar lain seperti OCBC, UOB, dan DBS mempublikasikan suku bunga deposito valas dalam bentuk tarif acuan harian atau penawaran khusus tergantung tenor dan jumlah simpanan. 

Contohnya OCBC menetapkan suku bunga 2,88% untuk tenor 12 bulan per tanggal 30 September 2025 untuk jumlah deposito berjangka di atas US$500.000, atau UOB menerapkan tarif suku bunga valas sebesar 2,99% untuk rentang deposit US$250.000-US$499.999.

Begitupun DBS yang menerapkan suku bunga 3,14% untuk tenor 12 bulan per tanggal 26 September 2025 untuk jumlah deposito berjangka di atas US$500.000,

Dengan demikian, secara umum, tingkat bunga yang diberikan berada sedikit di bawah angka yang ditawarkan Himbara.

Deposito RI Tak Serta Merta Menarik?

Adapun, kalangan ekonom menilai, bunga deposito valas yang diterapkan oleh perbankan di Indonesia tak serta merta bisa menarik minat publik. 

Ekonom Bank Danamon 2020-2024, Irman Faiz menilai rencana pemberian insentif untuk menarik devisa WNI di luar negeri agar kembali ditempatkan di dalam negeri belum tentu akan efektif.

"Belajar dari kebijakan TD Valas DHE [devisa hasil ekspor] (PP No. 36/2023 dan PP No.8/2025), dengan bunga 4,5% saja, dolar WNI di luar negeri tidak optimal masuk ke dalam negeri," kata Irman mengutip dari laman Instagram resminya, Jumat (26/9/2025). 

Dirinya lantas menjelaskan terdapat dua faktor penghambat bilamana kebijakan tersebut diterapkan. Pertama, faktor harga. Menurutnya, bunga deposito di Indonesia masih terkena pajak sehingga penerimaan bersih lebih rendah dibanding penempatan di luar negeri, seperti Singapura. 

Kedua, faktor non-harga, di mana mulai dari kepercayaan dan keamanan dana, hingga kebutuhan transaksi di luar negeri.

Sementara itu, dari sisi perbankan, Irman mengingatkan kebijakan ini justru dapat meningkatkan biaya dana dolar secara signifikan. Lantaran menurutnya, bunga deposito valas yang naik menjadi 4% membuat biaya dana bank naik dan menekan keuntungan Himbara. 

Berbanding terbalik dengan kebijakan pemerintah sebelumnya yang menempatkan Rp200 triliun di bank dengan tujuan menurunkan biaya dana.

(prc/yan)

No more pages