Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, di area Banten, hanya terdapat 4 SPBU Shell yang masih menyediakan BBM jenis Shell Super atau sama seperti kondisi Selasa.

Selanjutnya, di Jawa Barat, hanya terdapat 4 SPBU Shell yang memiliki pasokan Shell Super atau berkurang satu SPBU dari kondisi Selasa lalu yang tercatat tersedia di 5 SPBU di wilayah Jawa Barat.

Di Jawa Timur , Shell Super hanya bisa ditemukan di 11 SPBU yakni di wilayah Malang, Blitar, Jombang, Kediri, Mojokerto, pasuruan, Tuban, dan Lamongan. Dalam hal ini, ketersediaan Shell Super di Jawa Timur tak mengalami perubahan.

Adapun, jenis BBM lainnya, yakni Shell V-Power (RON 95) masih tidak tersedia di seluruh wilayah hingga waktu yang belum dapat dipastikan.

BBM jenis Shell V-Power Nitro+ (RON 98) juga masih tidak tersedia di seluruh jaringan SPBU Shell hingga waktu yang perusahaan belum dapat pastikan.

BP-AKR

Sementara BP-AKR, SPBU yang berada di Lenteng Agung, Jakarta Selatan dan Pancoran, Jakarta Selatan masih tidak menjual BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Instagram resmi BP-AKR, perseroan melaporkan stok BBM jenis BP 92 dan BP Ultimate tidak tersedia diseluruh wilayah Surabaya hingga pagi hari ini.

Di wilayah Tangerang, hanya terdapat dua SPBU BP-AKR yang menjual BBM BP 92 yakni di BP Asterra West BSD City dan SPBU BP Puspitek Raya.

“Kami sedang mengalami kendala keterbatasan stock dan mengusahakan agar pasokan BBM kembali normal,” tulis manajemen di kolom komentar akun Instagram resminya, Jumat (26/9/2025).

Pengendara di dalam SPBU BP-AKR di jalan Perdatam Pancoran, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk diketahui, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan BBM untuk jaringan SPBU swasta mulai terisi dalam 7 hari, terhitung sejak Jumat (19/9/2025).

Kepastian itu disampaikan Bahlil selepas menggelar rapat bersama dengan eksekutif SPBU Swasta di antaranya Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo, Exxon, serta AKR Corporindo Jumat lalu.

"[Hal] yang jelas 7 hari barang ini [BBM] sudah jalan,” kata Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kementerian ESDM pada hari yang sama.

Adapun, Bahlil membeberkan perusahaan pengelola SPBU swasta sepakat untuk membeli bensin dari Pertamina untuk mengisi kekosongan saat ini.

Nantinya, Pertamina bakal melakukan impor untuk menambal kebutuhan bahan bakar minyak jaringan SPBU swasta yang telah kosong sejak bulan lalu.

Di sisi lain, dia memastikan, bahan bakar yang akan dibeli SPBU swasta dari Pertamina akan berbasis base fuel atau bahan bakar dasaran.

Dalam kaitan itu, PT Pertamina Patra Niaga telah menyatakan bahwa kargo bensin mentah atau base fuel yang akan dipasok ke operator SPBU swasta tiba di Jakarta pada Rabu (24/9/2025).

Akan tetapi, PPN tidak menampik masih terdapat beberapa BU swasta yang memerlukan waktu untuk berkoordinasi dengan kantor pusat masing-masing sehingga belum menyerahkan kebutuhan kuota BBM tambahan.

Perseroan mengklaim BU hilir migas swasta tersebut telah memiliki komitmen yang sama untuk segera menyampaikan kebutuhan kuota tambahan.

Dalam perkembangannya, Presiden Direktur BP-AKR Vanda Laura mengungkapkan hingga saat ini perusahaannya masih mengoordinasikan pembelian BBM tersebut. Namun, dia enggan mengungkapkan kendala yang menghambat proses negosiasi dengan Pertamina.

“Nanti ya. Masih sedang dikoordinasikan, jadi nanti tunggu saja update-nya,” kata Vanda ditemui awak media di kantor Kementerian ESDM, Rabu (24/9/2025) malam.

Ketika dimintai konfirmasi, Shell Indonesia masih tak berkomentar terkait dengan perkembangan arahan pembelian BBM dari Pertamina dan kondisi pasokan BBM perusahaan, hingga pagi hari ini.

(azr/wdh)

No more pages