Logo Bloomberg Technoz

Premi Risiko RI Melesat Naik, Rupiah & SUN Kian Merana

Redaksi
26 September 2025 09:33

Ilustrasi Rupiah. (Brent Lewin/Bloomberg)
Ilustrasi Rupiah. (Brent Lewin/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan yang melanda rupiah di tengah kepungan sentimen negatif dalam dan luar negeri, makin menekan pergerakan harga surat utang negara. Tingkat imbal hasil berlanjut naik di tengah lonjakan premi risiko investasi ke level tertinggi dalam hampir lima bulan terakhir.

Seperti dipantau dari data realtime Bloomberg, Jumat pagi (26/7/2025), premi risiko investasi yang ditunjukkan oleh pergerakan harga Credit Default Swap (CDS) tenor 5 tahun, makin tinggi bergerak ke level 84,19 pada pukul 09:11 WIB. Level setinggi itu terakhir kali terlihat pada awal Mei lalu.

Para investor juga terlihat masih melanjutkan penjualan surat utang pemerintah terutama tenor pendek dan menengah. Yield SUN 5Y misalnya, yang kemarin sudah naik 3,5 basis poin (bps) pagi ini masih bergeser ke atas dengan kenaikan 1,4 bps di level 5,571%. 


Lalu, yield 10Y naik 2,2 bps di level 6,437%. Disusul oleh kenaikan tenor 4Y yang mencapai 3,3 bps pagi ini, bersama tenor 12Y, 13Y dan 16Y masing-masing naik 2,6 bps, lalu 2,7 bps dan 2,9 bps. Sementara tenor 2Y cenderung stagnan dengan kenaikan terbatas 0,5 bps.

Tekanan yang melanda pasar surat utang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir setelah sebelumnya sempat reli pasca Bank Indonesia tak terduga memangkas suku bunga lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.