Rupiah Ditutup Menguat Tipis, di Bawah Rp16.800/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 February 2026 15:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mengakhiri hari pertama perdagangan bulan kedua tahun ini dengan penguatan tipis. Dalam penutupan perdagangan pasar spot Senin (2/2/2026), rupiah yang sempat terkoreksi pada siang tadi ditutup menguat tipis 0,03% ke level Rp16.790/US$, menyusul data inflasi yang terkerek menjadi 3,55% secara tahunan dalam pernyataan Badan Pusat Statistik (BPS).
Penguatan rupiah sore ini masih merupakan cerminan respons jangka pendek pasar daripada perubahan yang bersifat struktural. Inflasi yang siang tadi diumumkan bergerak di atas target bank sentral semakim mempersempit ruang kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Pelaku pasar akan membaca data inflasi ini sebagai sinyal Bank Indonesia yang kemungkinan besar akan menahan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) akhir bulan mendatang.
"Meski demikian, BI terus memberi sinyal menunggu momentum yang tepat untuk kembali memangkas suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kami memperkirakan BI akan melonggarkan kebijakan moneter dengan total penurunan suku bunga hingga 100 basis poin hingga akhir tahun, seiring penyelarasan kebijakan moneter dengan agenda pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Tamara Mast Henderson, Ekonom Bloomberg, dalam catatannya (2/2/2026).
Dari pasar Asia, pergerakan mata uang cukup beragam, dengan mayoritas berada di zona merah. Won Korea Selatan tergerus cukup dalam sebesar 1,17%.































