Logo Bloomberg Technoz

Wanti-wanti Ekonom usai Himbara Naikkan Bunga Deposito Dolar 4%

Pramesti Regita Cindy
26 September 2025 08:40

Ilustrasi dolar. (Bloomberg Technoz)
Ilustrasi dolar. (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serentak menaikkan bunga deposito dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 4% per tahun dinilai berpotensi membawa risiko bagi stabilitas rupiah dan industri perbankan.

Terlebih menurut Ekonom Bank Danamon 2020-2024, Irman Faiz kebijakan ini muncul tidak lama setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemberian insentif untuk menarik devisa WNI di luar negeri agar kembali ditempatkan di dalam negeri. Dia meragukan langkah ini bisa efektif.

"Belajar dari kebijakan TD Valas DHE [devisa hasil ekspor] (PP No. 36/2023 dan PP No.8/2025), dengan bunga 4,5% saja, dolar WNI di luar negeri tidak optimal masuk ke dalam negeri," kata Irman mengutip dari laman Instagram resminya, Jumat (26/9/2025). 


Dirinya lantas menjelaskan terdapat dua faktor penghambat bilamana kebijakan tersebut diterapkan. Pertama, faktor harga. Menurutnya, bunga deposito di Indonesia masih terkena pajak sehingga penerimaan bersih lebih rendah dibanding penempatan di luar negeri, seperti Singapura. 

Kedua, faktor non-harga, di mana mulai dari kepercayaan dan keamanan dana, hingga kebutuhan transaksi di luar negeri.