Dia juga menyampaikan bahwa masa depan Gaza harus tetap menjadi proses dan mekanisme yang dipimpin dan dimiliki rakyat Palestina.
"Kami siap berkontribusi dalam misi perdamaian di bawah naungan PBB, tentu saja, dengan mandat yang jelas dan kuat untuk melindungi warga sipil dan memastikan akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan, serta memperkuat stabilitas kawasan," ujarnya.
Menlu RI kembali menggarisbawahi bahwa, "Indonesia siap berkontribusi pada setiap langkah menuju perdamaian, termasuk proses menuju solusi dua negara."
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara. Menurutnya, hanya dengan solusi tersebut, perdamaian sejati di dunia bisa dicapai, serta tidak ada lagi kebencian dan kecurigaan.
"Kita harus membangun Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Satu-satunya solusi adalah ini, solusi dua negara," kata dia dalam pidatonya di sesi Debat Sidang Majelis Umum Ke-80 PBB di Markas Besar PBB, New York, Selasa waktu setempat.
Tak lupa, Prabowo menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi bagi seluruh umat manusia di dunia.
"Dua keturunan Abraham harus hidup dalam rekonsiliasi, damai, dan harmoni. Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, semua agama, kita harus hidup sebagai satu keluarga manusia. Indonesia berkomitmen menjadi bagian dalam mewujudkan visi ini. Apa ini mimpi? Mungkin, tetapi inilah mimpi indah yang harus kita upayakan bersama," tukasnya.
(ros)






























