“Putin dan Rusia sedang menghadapi masalah ekonomi BESAR, dan ini saatnya bagi Ukraina untuk bertindak. Bagaimanapun juga, saya berharap kedua negara baik-baik saja. Kami akan terus memasok senjata ke NATO untuk digunakan sesuai kebutuhan mereka. Semoga berhasil!” tulis Trump.
Pernyataan tersebut mencerminkan kebijakan Trump belakangan ini yang cenderung menyuarakan dukungan bagi Ukraina, meskipun ia tetap menekankan bahwa Eropa harus memikul peran lebih besar dalam menekan Rusia. Sikap ini menimbulkan keraguan di kalangan sekutu mengenai sejauh mana AS berkomitmen membantu Kyiv dan menghukum Kremlin.
Trump menolak memastikan apakah AS akan mendukung NATO jika benar-benar berhadapan dengan pesawat Rusia, dengan alasan hal itu “tergantung situasi.” Meski begitu, ia menegaskan AS tetap “sangat kuat bersama NATO.”
Dalam unggahannya, Trump juga mengecam Rusia yang dianggap “sudah berperang tanpa arah selama tiga setengah tahun dalam perang yang seharusnya bisa dimenangkan kekuatan militer sejati dalam waktu kurang dari seminggu.”
“Saya pikir Ukraina, dengan dukungan Uni Eropa, berada dalam posisi untuk berjuang dan MEMENANGKAN kembali seluruh wilayahnya,” kata Trump. Zelenskiy menyambut pernyataan itu sebagai perubahan besar yang positif.
Beberapa jam sebelum pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menepis komentar Perdana Menteri Polandia Donald Tusk yang menyebut negaranya siap menembak jatuh pesawat asing yang melanggar wilayahnya. Rubio menilai, “tidak ada yang berbicara soal menembak jet Rusia kecuali jika mereka menyerang.”
Sejumlah pelanggaran udara yang dilakukan Rusia belakangan ini memicu kekhawatiran di Eropa Timur. Bulan ini, NATO menembak jatuh drone Rusia yang melintas ke wilayah Polandia, sementara pekan lalu jet tempur Rusia masuk ke wilayah udara Estonia selama 12 menit.
Presiden Latvia Edgars Rinkevics mendesak NATO untuk menunjukkan “kekuatan nyata” terhadap Rusia. “Aturan keterlibatan juga harus ditingkatkan sehingga jika Rusia terus melanggar, opsi tembak terbuka bisa dipertimbangkan,” ujarnya kepada Bloomberg TV.
Trump sendiri dalam beberapa kesempatan cenderung meremehkan insiden pelanggaran udara itu, bahkan menyebut sebagian mungkin hanya “kecelakaan” atau “kesalahan.” Namun, banyak pihak di Eropa menilai tindakan Rusia sebagai langkah disengaja untuk menguji keteguhan sekutu Ukraina.
NATO sebelumnya menegaskan akan memberikan respons “tegas” atas setiap pelanggaran Rusia, termasuk menggunakan opsi militer. Rusia, melalui Kementerian Pertahanannya, membantah jetnya memasuki wilayah udara Estonia.
Presiden Finlandia Alexander Stubb menilai respon sejauh ini sudah tepat. “Jangan bereaksi berlebihan, tapi tetap cukup tegas. Rusia hanya memahami bahasa kekuatan,” katanya.
"Terlalu Dini"
Pertemuan Trump dan Zelenskiy juga berlangsung saat sekutu Kyiv mendorong AS meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Putin sekaligus membahas jaminan keamanan pascaperang.
“Kami butuh lebih banyak tekanan dan sanksi,” kata Zelenskiy. Ia menyebut pertemuan itu “baik dan konstruktif,” seraya menambahkan Trump siap memberikan jaminan keamanan setelah perang berakhir. Trump menjawab bahwa pembahasan soal jaminan keamanan masih “terlalu dini.”
Di Eropa dan AS, diskusi soal rencana militer pascaperang untuk menjamin keamanan Ukraina masih terbatas pada wacana. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin belum menunjukkan tanda ingin mengakhiri perang hampir empat tahun ini. Menurut sumber yang dekat dengan Kremlin, Putin justru percaya eskalasi militer akan memaksa Kyiv masuk ke meja perundingan.
Puluhan negara Eropa telah berjanji memberikan jaminan keamanan untuk Ukraina, termasuk melalui pengiriman pasukan. Trump menolak mengirim pasukan AS, tetapi membuka opsi lain seperti dukungan intelijen dan udara.
Isu Energi Rusia
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump mengalihkan tekanannya ke sekutu Eropa, menuntut mereka menghentikan pembelian energi Rusia jika ingin AS mengambil langkah lebih keras terhadap Moskow.
Saat bertemu Zelenskiy, Trump mengatakan ia memiliki hubungan baik dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban dan yakin Orban akan berhenti membeli minyak Rusia. Namun, Hongaria selama ini menolak pemutusan impor minyak Rusia karena alasan biaya.
Dalam pidatonya di PBB, Trump menegaskan siap menjatuhkan “putaran tarif baru yang sangat kuat” jika Rusia tidak bersedia membuat kesepakatan mengakhiri perang. Tapi, ia menekankan bahwa Eropa harus ikut menerapkan langkah serupa.
“Semua orang mengira Rusia akan memenangkan perang ini dalam tiga hari, tapi nyatanya tidak. Ini seharusnya hanya pertempuran kecil, namun malah membuat Rusia terlihat buruk,” kata Trump dengan Zelenskiy di hadapannya.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dalam pertemuan dengan Trump, menyatakan sepakat soal penghentian impor energi Rusia. Ia menegaskan negara-negara Eropa sudah memangkas impor gas secara besar-besaran, dan berusaha mempercepat target 2027 untuk menghentikan seluruh impor minyak dan gas dari Rusia.
(bbn)





























