Logo Bloomberg Technoz

Para ahli menegaskan, meski kasus ini jarang, penyebarannya cepat dan tingkat kesembuhannya rendah bila tidak terdeteksi dini.

Profesor penyakit menular dan biologi sel di University of Georgia, Dennis Kyle, mengatakan sulit mengantisipasi amoeba ini karena bisa muncul di berbagai sumber air alami. “Ini masalah yang sulit. Di beberapa tempat seperti pemandian air panas dipasang tanda peringatan soal kemungkinan adanya amoeba. Namun hal ini tidak praktis diterapkan di semua lokasi, karena amoeba bisa ada di sumber air apa pun yang tidak diolah, seperti danau, kolam, hingga rawa,” ujarnya dikutip BBC.

Kyle menambahkan, pada lingkungan yang lebih terkontrol risiko dapat ditekan. “Dalam fasilitas yang terkelola, pemantauan rutin untuk memastikan kadar klorin yang tepat bisa sangat mengurangi risiko infeksi. Termasuk di kolam renang, splash pad, atau wahana air buatan lainnya,” jelasnya.

Pemerintah Kerala sendiri telah melakukan langkah pencegahan, antara lain mengklorinasi sumber air umum, memperketat pengawasan kualitas air, serta memberikan imbauan masyarakat untuk berhati-hati menggunakan kolam atau sumber air terbuka.

Warga diminta menghindari berenang di perairan yang tidak dikelola dengan baik, serta menggunakan penjepit hidung atau pelindung serupa bila tetap harus berenang. Tenaga kesehatan juga diarahkan meningkatkan kewaspadaan agar gejala yang mirip meningitis ini tidak terlewat.

Meski kasus terbatas di India, para pakar menilai penyakit akibat Naegleria fowleri perlu menjadi perhatian negara tropis lain, termasuk Indonesia, yang memiliki iklim dan kondisi lingkungan serupa.

(dec/spt)

No more pages