Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam menduga ada mafia yang melakukan jual beli jam penerbangan favorit di industri maskapai Indonesia, terutama Garuda Indonesia. Bahkan, mafia jual-beli jam penerbangan favorit itu harganya mencapai miliaran rupiah.

"Saya sedikit ada curiga begini, ketika saya naik penerbangan di jam-jam tertentu, jam-jam favorit, kenapa ya kok Garuda nggak ada? Kenapa Citilink nggak ada? Kenapa maskapai swasta? Lalu saya cepat ngobrol-ngobrol sama teman-teman Komisi V, katanya jam-jam penerbangan itu diperjual-belikan. Betul tidak," katanya.

Mufti mempertanyakan alasan armada Garuda termasuk Citylink tidak ada di jadwal jam favorit penerbangan tersebut. Ia menekankan, agar direksi Garuda Indonesia terbuka dan menjelaskan alasan tersebut ke publik.

"Jangan takut-takut. Kita akan bantu bagaimana Garuda bisa punya jam-jam idol begitu. Karena ternyata jam-jam idol itu dikuasai oleh penerbangan swasta," tambahnya.

Selain itu, Mufti juga melontarkan kritik keras dan tajam dalam perbaikan manajemen Garuda Indonesia. Kritik ini muncul seiring dengan berbagai masalah yang menimpa Garuda, bahkan Mufti menyebut tak masalah jika maskapai itu dibubarkan.

(ain)

No more pages