Logo Bloomberg Technoz

Fu menilai sikap Washington telah melindungi Israel dan mencegah PBB merespons secara efektif atas apa yang ia sebut sebagai “bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Ia mendesak AS agar memenuhi tanggung jawabnya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan dan menjunjung otoritas PBB.

Pernyataan Fu menjadi topik terpopuler di Weibo pada Jumat pagi dengan hampir 50 juta tayangan. Harian Beijing News menyoroti bahwa pemungutan suara tersebut berlangsung bertepatan dengan rapat ke-10.000 Dewan Keamanan.

Benturan terbaru ini menegaskan ketidakpuasan Beijing terhadap ketidakefektifan sistem PBB. Menurut sejumlah analis, termasuk Profesor Hubungan Internasional Universitas Renmin sekaligus mantan diplomat Wang Yiwei, hal ini bisa menjadi salah satu alasan Presiden Xi Jinping meluncurkan “Inisiatif Tata Kelola Global” yang ia tawarkan sebagai cara membangun tatanan internasional yang lebih adil.

Pejabat China berulang kali menegaskan Beijing tidak berupaya menggulingkan tatanan dunia yang ada, melainkan memperkuatnya. Namun, saat Xi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini, ia menyatakan rencananya adalah “membangun kerangka yang lebih adil dan setara” bersama negara-negara yang “sejalan.”

Selain itu, China juga semakin vokal mengkritik Israel atas perang di Gaza. Awal pekan ini, akademisi terkemuka Yan Xuetong terekam dalam sebuah video saat berdebat dengan perwakilan militer Israel yang menolak klaim bahwa lebih dari 70.000 warga sipil tewas akibat serangan Israel di Gaza.

“Fakta bukan ditentukan oleh Anda,” kata Yan. “Fakta ditentukan oleh komunitas internasional.”

(bbn)

No more pages