JPPI menilai insiden ini bukan lagi persoalan teknis, melainkan kegagalan sistemik dalam tata kelola program MBG yang dikoordinasikan oleh BGN. Organisasi tersebut menegaskan bahwa pola semacam ini menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjamin keamanan pangan bagi anak-anak.
Program MBG sendiri sejak awal digagas dengan tujuan meningkatkan gizi siswa dan mencegah stunting. Namun, menurut JPPI, lemahnya pengawasan, distribusi yang terburu-buru, serta ketiadaan standar keamanan pangan yang ketat justru menjadikan program ini berbalik mengancam kesehatan anak.
JPPI menyerukan agar BGN segera menghentikan program, melakukan evaluasi menyeluruh, dan menempatkan keselamatan anak di atas target politik maupun ambisi program. Keselamatan peserta didik, kata Ubaid, harus menjadi prioritas utama.
“Kalau program ini tidak segera dievaluasi, berarti negara sedang abai terhadap warganya sendiri. Jangan jadikan anak-anak sekolah sebagai kelinci percobaan kebijakan yang cacat sejak perencanaan,” tegas Ubaid.
(dec/spt)





























