Merger Pelita Air ke GIAA Disebut Hilangkan Karakter Maskapai
Merinda Faradianti
17 September 2025 18:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengamat penerbangan nasional Alvin Lie mengakutak setuju dengan rencana merger [penggabungan] Pelita Air ke Garuda Indonesia (GIAA). Katanya, jauh lebih baik jika tetap ada tiga maskapai yang berdiri dengan merek, karakter dan segmen pasar masing-masing.
"Sejak lama saya tidak mendukung ide merger maskapai BUMN. Jika merger dengan Garuda, otomatis Pelita hilang, dilebur jadi Garuda. Izin usaha dan izin rute yang dimiliki juga akan hilang, dicabut," katanya pada Bloomberg Technoz, Rabu (17/9/2025).
Menurut Alvin, 'brand value' serta identitas karakter pelanggan yang telah dibangun akan lenyap jika digabungkan. Alvin menjelaskan, setiap maskapai memiliki posisi masing-masing dan karakter yang berbeda.
"Garuda Indonesia dengan layanan penuh, Citilink sebagai maskapai hemat, dan Pelita Air yang tengah tumbuh dengan pendekatan bernilai. Memiliki positioning yang kuat dan karakter yang berbeda. Jika digabungkan menjadi satu entitas, ada risiko kehilangan fokus segmen dan potensi terjadinya tumpang tindih layanan yang justru merugikan," sebutnya.
Masing-masing maskapai sudah punya pelanggan loyal dengan kebutuhan, selera dan daya beli yang berbeda, kata Alvim. Jika dipaksakan untuk bergabung maka sebagian besar pelanggan akan pindah ke maskapai lainnya.































