“SPBU Shell tetap melayani para pelanggan dengan produk BBM yang masih tersedia dan layanan lainnya; termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell,” kata Ingrid.
Kondisi Pasokan
Lebih lanjut, Ingrid mengungkapkan produk BBM jenis Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95), dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) masih tak tersedia di beberapa jaringan SPBU Shell hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
Ingrid memastikan perseroan terus berupaya memastikan kelancaran pendistribusian dan penyediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell. Dia menyebut perusahaannya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan produk BBM dapat tersedia kembali.
Shell Indonesia senantiasa berupaya untuk memastikan kelancaran pendistribusian dan penyediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memastikan produk BBM jenis bensin dapat tersedia kembali
“Pembaruan informasi terkait ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell dapat diakses melalui tautan berikut ini www.shell.co.id/Ketersediaan-BBM,” kata Ingrid.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait dengan kabar terjadinya PHK karyawan Shell, akibat langkanya pasokan BBM sejak bulan lalu.
Menurut Bahlil, perusahaan SPBU swasta sebenarnya bisa mengatasi masalah gangguan stok tersebut dengan membeli BBM dari PT Pertamina (Persero) untuk memenuhi kebutuhan pasokannya hingga akhir tahun ini.
Bahlil juga mengaku telah menggelar rapat dengan perusahaan perwakilan SPBU Shell, BP-AKR, dan Pertamina, untuk mempersiapkan arahan pembelian BBM dari perusahaan pelat merah itu.
“Kemarin saya sudah pimpin rapat dengan Pertamina dan wamen saya juga udah pimpin rapat. Namun, nanti saya akan cek perkembangan terakhir dari tim yang kemarin saya bentuk untuk atasi ini,” kata Bahlil kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (15/9/2025).
Bahlil pun menyatakan arahan membeli BBM dari Pertamina dilakukan sebab pemerintah telah menambah kuota impor BBM SPBU swasta sebesar 10% dari total kuota 2024.
Dengan begitu, Bahlil menyatakan jika terdapat kekurangan pasokan meskipun telah ada impor tambahan tersebut maka perusahaan SPBU swasta bisa membeli BBM dari Pertamina.
Menurut Bahlil, BBM merupakan komoditas yang terkait dengan hajat hidup orang banyak sehingga tetap harus dikontrol negara agar berjalan dengan baik.
Adapun, warganet sedang ramai memperbincangkan kelangkaan stok BBM yang terjadi di Shell Indonesia hingga BP-AKR.
Salah satunya, bahkan mengunggah cerita dari petugas SPBU Shell yang menyatakan sejumlah petugas lapangan Shell telah terkena PHK imbas dampak kosongnya pasokan tersebut.
“Ini kita udah terakhir pak, yang lain udah pada di-layoff. Stock impor udah ga akan ada lagi sampe tahun depan. Kalo stock yang di terminal penyimpanan abis, selesai sudah,” tulis unggahan akun Ilmudata di media sosial Threads, baru-baru ini.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot memastikan pengadaan BBM untuk kebutuhan SPBU swasta tersebut dilakukan satu pintu melalui Pertamina.
Untuk itu, Kementerian ESDM tengah mencocokan data kebutuhan BBM dari seluruh perusahaan SPBU termasuk milik Shell Indonesia dan BP-AKR–yang belakangan sedang mengalami kekosongan pasokan BBM.
Hingga saat ini, Kementerian ESDM mengalkulasi bahwa kekurangan BBM untuk seluruh perusahaan SPBU hingga akhir tahun ini mencapai 1,4 juta kiloliter (kl).
(azr/wdh)





























