Logo Bloomberg Technoz

“Nanti kita menunggu laporan perkembangan terakhirnya, tetapi orang di dalam masih dalam posisi terjebak dan belum ada informasi dan proses pencarian masih tetap didalami,” tegas Bahlil.

Penambahan Saham

Selain melaporkan insiden yang terjadi di Grasberg, Bahlil mengaku turut melaporkan rencana penambahan kepemilikan saham pemerintah di Freeport dengan Prabowo.

Menurut dia, pemerintah akan menambah kepemilikan sahamnya lebih dari 10% dan rencana itu akan rampung dalam waktu dekat.

“Saya dipanggil untuk ditanyakan tentang kesepakatan dan tadinya awalnya kita sepakat penambahan saham 10% Freeport. Akan tetapi, tadi berkembang negosiasi yang insyallah katanya lebih dari itu,” ujar Bahlil.

Usai melaporkan rencana penambahan saham tersebut ke Prabowo, Bahlil mengaku untuk melakukan percepatan proses penambahan saham.

Setelah itu, lanjut Bahlil, ketika proses negosiasi penambahan saham telah rampung, maka izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI selepas 2041 akan diperpanjang.

Bahlil juga mengeklaim pemerintah akan mengeluarkan biaya yang sangat murah dalam mengakuisisi lebih dari 10% saham Freeport tersebut. Terlebih, pemerintah memandang valuasi aset milik Freeport yang dijadikan dasar perhitungan memiliki nilai yang cukup kecil.

Untuk diketahui, Direktur Jenderal Minerba ESDM Tri Winarno mengungkapkan dari tujuh pekerja yang terjebak di areal tambang GBC; dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Dia menjelaskan, satu WNA yang ikut terjebak merupakan warga negara Cile dan satu lainnya adalah warga negara Afrika Selatan. Sementara itu, lima pekerja lainnya dipastikan pekerja asal Indonesia.

Imbas longsor tersebut, kata Tri, operasional GBC berhenti untuk sementara. Tak ayal, kapasitas produksi tambang Freeport turun menjadi 30% dari total kemampuan tambang.

Longsor tersebut mulanya dilaporkan terjadi pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 22.00 WIT. Dalam keterangan resminya, Freeport melaporkan terdapat aliran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang menutup jalur akses dan membuat tujuh pekerja terjebak.

Perseroan sebelumnya juga telah memastikan bahwa perwakilan keluarga dari 7 karyawan itu telah berada di Timika dan terus mendapat pembaruan situasi secara berkala.

Dalam kesempatan sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung membeberkan tenggat evakuasi maksimal 30 jam dari kejadian awal telah meleset.

Hanya saja, Yuliot mengatakan, tim di lapangan telah telah membuat dua kanal terowongan baru untuk mengatasi longsoran di lokasi insiden tambang tembaga bawah tanah di Papua Tengah itu.

“Jadi 2 terowongan baru itu sudah sampai di titik lokasi awal. Ini tempat pegawai yang terjebak tadi. Namun, [pekerja] yang bersangkutan tidak ada di lokasi yang bersangkutan, karena terowongan yang ada di dalam itu kan ini berliku-liku dan juga cukup dalam,” kata Yuliot ditemui di kantor Kementerian ESDM, akhir pekan lalu.

Berdasarkan pantauan terakhir, terangnya, tim evakuator sempat menjalin komunikasi awal via handy talky (HT) dengan para pekerja yang terjebak tersebut. Akan tetapi, saat ini komunikasi tersebut terputus dan lokasi mereka belum ditemukan.

“Jadi komunikasi ini mungkin habis baterai atau apa, ini sudah putus komunikasi. Namun, tim di lapangan itu berusaha untuk melihat arahnya ke terowongan mana, karena kondisinya agak berbeda dari perkiraan awal, ini diusahakan secepatnya.”

Freeport sendiri mengandalkan tiga tambang yang dimiliki yakni; Grasberg Block Cave yang menghasilkan sekitar 140.000 ton bijih sehari, Deep Mill Level Zone (DMLZ) sekitar 70.000 ton bijih sehari, dan Big Gossan 7.000 ton bijih per hari dengan kadar tembaga yang lebih tinggi.

(azr/wdh)

No more pages