Logo Bloomberg Technoz

Erick Thohir Serahkan Merger GIAA-Pelita Air Ke Danantara

Artha Adventy
15 September 2025 18:20

Pesawat Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/12/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pesawat Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/12/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana konsolidasi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan PT Pelita Air Service kembali mencuat setelah PT Pertamina berencana melebur (spin-off) anak usahanya di sektor penerbangan tersebut.   

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa proses spin off dan konsolidasi BUMN penerbangan tersebut berada di tangan Danantara Indonesia. Erick menjelaskan, kementerian BUMN hanya akan bertindak di tahap akhir berupa persetujuan, sementara seluruh kajian dan benchmarking konsolidasi dilaksanakan oleh Danantara.

“Kami di Kementerian BUMN hanya mengikuti policy yang akan dilakukan Danantara. Proses kajian, benchmarking, semuanya bukan di kami lagi. Prinsipnya kami mendukung, tapi ujungnya approval tetap ada di kami,” kata Erick di gedung DPR RI, Senin (15/9/2025). 


Di sisi lain, Garuda Indonesia memastikan fokus utama perseroan saat ini tetap pada agenda restrukturisasi yang telah disepakati dalam RUPS Juni 2025. Manajemen menekankan upaya pemulihan ekuitas, perbaikan struktur keuangan, dan langkah strategis lainnya masih menjadi prioritas.

Corporate Secretary Garuda Indonesia Cahyadi Indrananto  menyebut agenda restrukturisasi meliputi restorasi dan penambahan armada, pemulihan trafik penumpang, serta penyehatan ekosistem usaha.