Logo Bloomberg Technoz

Sekitar 40% hingga 50% bayi cukup bulan mengalami milia pada bulan pertama kehidupannya. Kondisi ini umumnya tidak membutuhkan pengobatan. Pada orang dewasa, milia lebih sering muncul karena faktor eksternal, seperti iritasi, pemakaian produk kosmetik yang menyumbat pori, atau kebiasaan perawatan kulit yang kurang tepat.

Menurut sejumlah dermatolog, milia tidak menular dan tidak berbahaya. Meski demikian, penanganannya perlu hati-hati. Upaya sembarangan, seperti memencet atau mengorek milia, justru bisa menyebabkan luka hingga infeksi.

Cara Menghilangkan Milia di Wajah dengan Aman

Ilustrasi Wajah Berjerawat (Envato)

Menghilangkan milia tidak harus dengan tindakan medis. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba di rumah dengan aman. Berikut rekomendasi yang dapat menjadi solusi.

  1. Jangan Pernah Memencet atau Mengorek Milia

Kebiasaan memencet milia adalah kesalahan umum. Menurut Healthline, tindakan ini berisiko menimbulkan luka, pendarahan, hingga bekas permanen. Pada bayi, memencet milia sama sekali tidak dianjurkan. Cara terbaik adalah membiarkannya hilang secara alami.

Bagi orang dewasa yang merasa terganggu, konsultasi ke dokter kulit lebih aman daripada mencoba mengeluarkan milia sendiri.

  1. Membersihkan Wajah dengan Sabun Lembut

Ritual kebersihan wajah sangat penting untuk mencegah milia. Pilih sabun wajah yang lembut, bebas bahan keras, dan tidak mengandung paraben. Produk yang terlalu keras justru bisa mengikis minyak alami kulit sehingga kulit menjadi kering dan rentan iritasi.

Setelah mencuci wajah, keringkan dengan menepuk lembut menggunakan handuk bersih. Cara ini membantu menjaga kelembutan kulit sekaligus mempercepat regenerasi.

  1. Gunakan Uap Hangat untuk Membuka Pori-pori

Metode sederhana seperti facial steam terbukti membantu membuka pori-pori. Dengan begitu, kotoran atau keratin yang terperangkap lebih mudah keluar secara alami.

Caranya mudah, cukup duduk di ruangan dengan shower air panas menyala selama 5–8 menit hingga ruangan terisi uap. Setelah itu, bilas wajah dengan air hangat. Praktik ini bisa dilakukan 2–3 kali seminggu setelah mencuci wajah.

  1. Lakukan Eksfoliasi dengan Lembut

Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati yang dapat menyumbat pori. Gunakan produk dengan kandungan asam salisilat, asam sitrat, atau asam glikolat.

Namun, eksfoliasi sebaiknya dilakukan seminggu sekali saja. Frekuensi dapat ditingkatkan secara bertahap jika kulit sudah terbiasa dan tidak mengalami iritasi.

  1. Pertimbangkan Facial Peel

Facial peel ringan bisa menjadi pilihan untuk mempercepat hilangnya milia. Produk dengan kandungan asam glikolat atau asam salisilat dapat membantu memperbaiki tekstur kulit.

Bagi pemula, sangat dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit. Hal ini untuk memastikan keamanan sekaligus mencegah risiko iritasi berlebih.

  1. Gunakan Krim Retinoid

Krim retinoid, yang mengandung turunan vitamin A, dikenal efektif mempercepat regenerasi kulit dan mencegah penumpukan keratin. Retinoid bisa digunakan sekali sehari setelah wajah dibersihkan.

Namun, penggunaannya membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu, selalu gunakan tabir surya setelah pemakaian retinoid di malam hari.

  1. Pilih Sunscreen yang Tepat

Tabir surya bukan hanya melindungi kulit dari paparan sinar UV, tetapi juga mencegah iritasi yang bisa memicu milia. Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30.

Disarankan menggunakan produk berbasis mineral yang lebih ramah pada kulit sensitif. Periksa label bahan untuk memastikan tidak ada kandungan yang bisa menyumbat pori.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Milia pada bayi biasanya akan hilang dalam hitungan minggu. Namun, pada orang dewasa, kondisi ini bisa bertahan lama atau kambuh berulang.

Jika milia tidak kunjung hilang, langkah terbaik adalah berkonsultasi ke dokter kulit. Dokter dapat melakukan prosedur sederhana menggunakan jarum steril untuk mengangkat milia dengan aman. Prosedur ini cepat, minim rasa sakit, dan hasilnya efektif.

Selain itu, dokter juga bisa merekomendasikan obat topikal atau perawatan lanjutan sesuai kondisi kulit masing-masing pasien.

Pencegahan: Langkah Kecil untuk Hasil Besar

Ilustrasi Wajah Berjerawat (Envato)

Mencegah lebih baik daripada mengobati, termasuk dalam kasus milia. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Rajin membersihkan wajah setiap hari.

  • Menghindari produk kosmetik yang menyumbat pori.

  • Menggunakan pelembab sesuai jenis kulit.

  • Menjaga pola makan sehat untuk mendukung regenerasi kulit.

  • Menghindari paparan sinar matahari berlebih tanpa perlindungan.

Dengan perawatan rutin, risiko munculnya milia dapat ditekan secara signifikan.

Milia memang bukan kondisi medis serius, namun seringkali menjadi masalah estetik yang mengganggu rasa percaya diri. Dengan perawatan yang tepat, kondisi ini bisa diatasi tanpa perlu tindakan invasif.

Dari membersihkan wajah dengan sabun lembut, menggunakan uap hangat, hingga memakai krim retinoid dan sunscreen, semua langkah sederhana ini bisa membantu mempercepat hilangnya milia.

Namun, jika kondisi menetap atau menimbulkan rasa tidak nyaman, konsultasi dengan dokter kulit adalah pilihan paling aman. Dengan penanganan profesional, milia bisa hilang lebih cepat dan kulit kembali sehat alami.

(seo)

No more pages