"Penelitian ini berlangsung selama beberapa tahun, dengan tiga tahun terakhir dikhususkan untuk studi praklinis wajib," ujar Skvortsova.
"Vaksin ini sekarang siap digunakan; kami sedang menunggu persetujuan resmi." dikutip Selasa (9/9/2025)
Berdasarkan Newsweek, Skvortsova mengatakan, penelitian menunjukkan pengurangan ukuran tumor dan perlambatan perkembangan kanker sebesar 60 hingga 80 persen, tergantung karakteristik penyakit. Ia menambahkan, hasil studi juga memperlihatkan peningkatan tingkat kelangsungan hidup.
Vaksin Enteromix awalnya difokuskan untuk menangani kanker kolorektal, namun FMBA menyebut ada kemajuan yang menjanjikan dalam pengembangan kandidat vaksin untuk glioblastoma—kanker otak agresif—serta jenis melanoma tertentu, termasuk melanoma okular.
Otoritas kesehatan Rusia menyebut vaksin kini siap digunakan sambil menunggu persetujuan resmi.
(spt)































