“Penyelesaian cepat adalah kunci menjaga kepercayaan pasar domestik maupun internasional,” ujarnya.
Dalam kaitan itu, SCI juga mendesak pemerintah agar lebih transparan memberikan hasil penyelidikan ihwal isu paparan radioaktif tersebut. Pasalnya, hingga saat ini petambak tidak mengetahui hasil investigasi yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).
“Cuma sampai sekarang hasil investigasi itu saya tidak tahu apakah sudah lengkap atau belum, itu belum dilaporkan ke FDA [Badan Administrasi Obat dan Makanan AS]. Itu kan sebenarnya yang mereka tunggu, apa jawaban pemerintah Indonesia kan,” katanya.
Andi menyebut pemerintah perlu memberikan pernyataan resmi bahwa udang RI aman untuk dikonsumsi. Walhasil, isu radioaktif tersebut tidak berpengaruh terhadap udang lainnya yang dipasarkan.
Bagaimanapun, Andi menjelaskan bahwa zat radioaktif tidak terdapat pada udang Indonesia. Udang tersebut terkontaminasi zat radioaktif cesium 137 (Cs-137) dekat pabrik PT Bahari Makmur Sejati (BMS) di kawasan industri Cikande, Banten.
PT BMS dikenal selama ini sebagai eksportir udang terbesar Indonesia. Pabriknya tersebar di sejumlah daerah.
“Jadi di pabrik pemrosesan udang di Cikande itu, tetangganya itu ada peleburan besi. Nah, peleburan besi itulah yang mungkin mengandung radioaktif mengkontaminasi BMS,” tuturnya.
Pemerintah Klaim Eskpor tak Terdampak
Ditemui terpisah, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengeklaim ekspor udang ke Amerika Serikat (AS) tak terdampak di tengah isu temuan udang yang terpapar zat radioaktif cesium 137 (Cs-137) di kawasan industri Cikande, Banten.
“Enggak ada masalah kan [ekspor] ini yang kena kan yang beberapa, empat kontainer kan [terpapar]. yang lainnya kan enggak ada masalah,” kata Budi ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (8/9/2025).
Budi mengungkapkan empat kontainer udang yang terpapar Cs 137 tersebut telah dikembalikan. Selanjutnya pemerintah bakal memitigasi agar kasus tersebut tidak terjadi ke depannya.
“Ya justru kita itu bagaimana bisa mitigasi ke depan tidak ada kasus itu lagi. [ekspor] ke Amerika enggak ada masalah sepanjang memang enggak mengandung [Cs-137],” ujarnya.
Belakangan, isu udang RI tak layak konsumsi ramai diperbincangkan seusai Badan Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) meminta masyarakat AS untuk tidak mengonsumsi salah satu merek udang yang dijual di Walmart karena terkontaminasi bahan-bahan radioaktif.
FDA meminta Walmart untuk menarik tiga lot udang mentah beku asal Indonesia setelah pejabat FDA menemukan adanya kandungan radioaktif Cesium-137 pada salah satu pengiriman yang tidak masuk ke AS, menurut pernyataan resmi pada Selasa (20/8/2025).
Isotop tersebut dapat meningkatkan risiko kanker bila terjadi paparan berulang dalam dosis rendah, meskipun kadar yang terdeteksi tidak cukup tinggi untuk menimbulkan risiko akut, jelas FDA.
(ell)





























