Boom AI Mulai Jadi Beban Apple, Harga iPhone Terancam Naik
Merinda Faradianti
18 June 2026 19:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Boom investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menjadi masalah bagi Apple. Bukan hanya karena perusahaan dinilai tertinggal dalam perlombaan AI generatif, tapi juga karena lonjakan permintaan komponen yang dipicu AI berpotensi memaksa terjadinya kenaikkan harga iPhone untuk pertama kalinya.
Pasalnya, AI memukul Apple dari dua sisi sekaligus. Pertama, sisi perusahaan masih berupaya mengejar pesaing seperti Google, OpenAI, dan Anthropic dalam menghadirkan fitur AI yang menarik bagi konsumen.
Di sisi lain, booming pembangunan pusat data AI telah menciptakan krisis pasokan memori yang meningkatkan biaya produksi perangkat hardware Apple.
Seperti yang dilaporkan TechCrunch, masalah terbesar berasal dari komponen DRAM dan NAND flash, dua jenis memori yang menjadi bagian penting dari iPhone, iPad, dan Mac.
Raksasa teknologi seperti Amazon, Microsoft, Alphabet, dan Meta saat ini menggelontorkan ratusan miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur AI, yang membutuhkan pasokan memori dalam jumlah sangat besar. Akibatnya, pasokan global menjadi semakin ketat dan harga komponen melonjak.
CEO Apple Tim Cook mengakui situasi tersebut sudah tidak bisa lagi dihindari. Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, ia mengatakan perusahaan selama ini berusaha menyerap kenaikan biaya agar tidak dibebankan kepada konsumen, namun strategi tersebut kini sulit dipertahankan.
Cook menyebut kenaikan harga sebagai sesuatu yang “tidak dapat dihindari” akibat lonjakan biaya memori. Tekanan biaya semakin besar karena Apple justru membutuhkan lebih banyak memori untuk mendukung fitur AI di perangkat.
Berbagai peningkatan pada Apple Intelligence dan Siri generasi baru memerlukan RAM yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Laporan industri bahkan menyebut iPhone 18 berpotensi mendapatkan peningkatan RAM hingga 12 GB guna mendukung pemrosesan AI secara lokal di perangkat.
Kenaikan kapasitas memori tersebut datang pada saat harga komponen sedang melonjak. Data TechInsights menunjukkan, biaya DRAM dan NAND yang digunakan pada iPhone 18 Pro bisa meningkat berkali-kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Akibatnya, biaya produksi satu unit iPhone 18 Pro diperkirakan naik sekitar 25% dibanding iPhone 17 Pro.
Sejumlah analis memperkirakan, Apple pada akhirnya akan meneruskan sebagian beban biaya tersebut kepada konsumen. Harga iPhone 18 Pro disebut berpotensi naik dari US$1.099 menjadi sekitar US$1.299.
Sementara model dengan spesifikasi lebih tinggi bahkan dapat menembus US$1.399 jika ditambah komponen kamera baru dan peningkatan perangkat keras lainnya.
Ironisnya, tekanan ini muncul ketika Apple masih berusaha membuktikan kemampuan AI-nya kepada pasar. Pada WWDC 2026, perusahaan memperkenalkan berbagai pembaruan Apple Intelligence dan Siri untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor.






























