Logo Bloomberg Technoz

Bos BI Pastikan Likuiditas di Bank Lebih dari Cukup

Mis Fransiska Dewi
18 June 2026 21:00

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengumumkan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2024. (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengumumkan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2024. (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan likuiditas di pasar uang dan perbankan lebih dari cukup. Untuk itu, BI membuka kembali jendela lelang repurchase agreement (repo).

Perry menyampaikan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bank sentral dalam memperkuat efektivitas implementasi kebijakan moneter, demi menstabilkan nilai tukar rupiah sekaligus menjaga laju inflasi agar tetap berada pada sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.

“Kami pastikan likuiditas lebih dari cukup. Kami buka kembali repo [tenor] 3,6,9,12 bulan. Sehingga untuk meyakinkan, silahkan bank dengan aset sekuritas yang ada apakah SBN, SRBI datang ke BI, untuk kami tambah likuiditasnya melalui repo. Dan Alhamdulillah, dan ini kenaikan reponyajuga semakin besar,” kata Perry dalam konferensi pers RDG Juni, Kamis (18/6/2026).


Tak hanya itu, Perry menyebut bank sentral juga melanjutkan pemberian insentif penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10%. Langkah ini secara spesifik diarahkan guna semakin meningkatkan daya tarik masuknya pemodal asing, sekaligus mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung oleh para investor.

“Demikian juga yang punya valas juga bisa akses untuk swap kita ya swap itu juga untuk menambah likuiditas,” tuturnya.