Logo Bloomberg Technoz

Pelemahan pada saham teknologi diperberat oleh amblesnya harga saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) drop 6,33%, dan saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang turun 5,49%. Serta saham PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) drop 4,76%.

Adapun saham–saham keuangan juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) terpeleset 10% dan saham PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) juga terjebak di zona merah dengan penurunan 9,94%. Serta saham PT Minna Padi Aset Manajemen Tbk (PADI) drop 8,64%.

Hingga penutupan perdagangan, indeks LQ45 yang berisikan saham–saham Big Caps tercatat melemah mencapai 1,74% ke level 769,92.

Adapun saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin pelemahan saham LQ45 karena telah mengalami penurunan harga mencapai 4,64%. Disusul oleh melemahnya saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang ambles 4,01%.

Saham LQ45 (Bloomberg)

Sedang saham–saham unggulan LQ45 selanjutnya, seperti saham PT Indosat Tbk (ISAT) berada pada zona merah dengan kehilangan 3,91%. Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga melemah 3,88%.

Sama halnya dengan saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) yang melemah 3,49%. Untuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sahamnya drop 3,45%.

Utamanya, sentimen pergantian posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memicu kegelisahan terkait kondisi keuangan negara.

Perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia dapat mengindikasikan potensi pelemahan rupiah lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan, seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan fiskal, menurut MUFG.

Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, Kekhawatiran investor akan meningkatnya ketidakpastian ekonomi seiring dengan adanya reshuffle kabinet terkait dengan menteri yang berdampak langsung terhadap ekonomi, masih menjadi sentimen negatif di Bursa Saham dan rupiah.

Sementara itu penjualan mobil dalam negeri pada bulan Agustus 2025 turun 19% YoY, setelah pada bulan sebelumnya turun 18% YoY. Ini menandai penurunan selama empat bulan berturut–turut di tengah melemahnya daya beli masyarakat.

“Investor akan mencermati Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2025 pada Rabu (10/9/2025) yang diperkirakan naik pada level 119,3 dari bulan sebelumnya di level 118,1,” jelas riset Phintraco, Selasa.

Secara teknikal, terjadi pelebaran negative slope MACD dan Stochastic RSI mengalami death cross. IHSG menjauhi level MA–20 di sekitar 7.845 dan ditutup lebih rendah dari level support 7.630.

“Sehingga dalam jangka pendek diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji level support di 7.500–7.550.”

(fad/wep)

No more pages