Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Rp17.738/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 June 2026 09:26

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka sesi perdagangan Rabu (17/6/2026) dengan pelemahan 0,2% ke posisi Rp17.738/US$, mengakhiri tren penguatan dalam lima hari beruntun. Tak lama berselang, rupiah kembali mencatat pelemahan 0,25% ke posisi Rp17.747/US$. 

Pelemahan rupiah setelah libur satu hari, terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik yang membuat harga minyak kembali jinak ke bawah US$80 per barel. 

Di sisi lain, pemerintah juga sempat mengirim sejumlah sinyal yang meredakan kekhawatiran pasar terkait tekanan fiskal akibat belanja program prioritas yang menelan anggaran jumbo. Sepekan terakhir, kabar bahwa pemerintah akan mengambil langkah penyesuaian pengeluaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut positif pelaku pasar. 


Dalam lima hari terakhir perdagangan, rupiah menguat 1,41%, sejalan dengan tren penguatan mata uang kawasan. Peso Filipina memimpin penguatan 1,88%, disusul rupiah, lalu baht Thailand 1,08%, rupee India 0,75%, dan won Korea Selatan 0,57%. 

Namun, pergerakan rupiah hari ini kurang menggembirakan dan bergerak bersama won Korea Selatan. Kala sebagian mata uang kawasan menguat terbatas, seperti pesi 0,09%, yen Jepang 0,05%, dolar Singapura dan Hong Kong masing-masing 0,02%, won juga melemah sebesar 0,27%. 

Mata uang Asia (Bloomberg)