Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan laporan media lokal, polisi menembakkan gas air mata, menggunakan meriam air, dan bahkan menembakkan peluru tajam setelah demonstran menerobos area terlarang di dekat parlemen di ibu kota—Kathmandu. 

Pekan lalu, Nepal melarang beberapa platform medsos yang gagal mendaftar ke pemerintah, termasuk Facebook, X, dan YouTube. Pemerintah menyatakan peraturan baru tersebut akan mencegah berita palsu, ujaran kebencian, dan kejahatan siber.

Para pengunjuk rasa mengatakan pembatasan tersebut mencerminkan sikap otoriter pemerintah dan menuduh mereka gagal mengatasi korupsi yang merajalela.

Terletak di bagian selatan pegunungan Himalaya, Nepal secara strategis berada di antara India dan China, dengan potensi tenaga air yang besar. Negara ini memiliki hubungan ekonomi dan politik yang kuat dengan India, tetapi semakin dekat dengan China melalui investasi Beijing dalam proyek-proyek infrastruktur.

Meski larangan medsos menjadi pemicu kerusuhan pekan ini, protes-protes tersebut mencerminkan frustrasi yang mendalam di kalangan pemuda Nepal atas pengangguran dan ketidaksetaraan.

Lebih dari 20% dari 30 juta penduduk Nepal hidup dalam kemiskinan, menurut Bank Dunia, sementara angka resmi terbaru memperkirakan tingkat pengangguran pemuda mencapai 22%.

Ekonomi diproyeksikan tumbuh 4,5% tahun ini, menurut Bank Dunia, tetapi ancaman iklim dan guncangan eksternal membayangi negara Asia Selatan ini, yang sangat bergantung pada remitansi dan pariwisata.

(bbn)

No more pages