Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Sell Rp500 M Jadi Sebab IHSG Terpeleset 1%

Muhammad Julian Fadli
09 September 2025 07:58

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Senin 8 September 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,28% hingga terpeleset dalam posisi 7.766,84.

Jadi sebab tren negatif IHSG, investor asing masih gencar melangsungkan jual bersih (net sell) mencapai Rp543,7 miliar pada perdagangan saham di pasar reguler. Sama halnya, di seluruh pasar investor asing juga net sell sejumlah Rp525,9 miliar.

Adapun investor asing net sell besar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp1,24 triliun. Imbas tekanan jual yang masif, saham BBCA melemah 3,75% di posisi Rp7.700/saham.

Penutupan Saham BBCA pada Senin 8 September 2025 (Sumber: Bloomberg)

10 saham dengan angka net sell tertinggi oleh investor asing pada Senin (8/9/2025):

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp1,24 triliun
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp347,67 miliar
  3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp121,79 miliar
  4. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp43,78 miliar
  5. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp37,12 miliar
  6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp33,56 miliar
  7. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp31,66 miliar
  8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp20,79 miliar
  9. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp19,19 miliar
  10. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Rp16,72 miliar

Sedang pada kesempatan yang sama, investor asing mencatatkan net buy terbanyak pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencapai Rp362,92 miliar. Bersamaan dengan pembelian investor, saham ANTM menguat 6,49% dan melesat di posisi Rp3.610/saham.

Penutupan Saham ANTM pada Senin 8 September 2025 (Sumber: Bloomberg)