Logo Bloomberg Technoz

Momentum Rebound IHSG Dibayangi Koreksi Wall Street

Redaksi
17 June 2026 08:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sebagian analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali melanjutkan penguatan ke level resistance 6.287 sampai 6.300.

Kendati demikian, bursa saham Amerika Serikat (AS) belakangan berakhir di zona merah buntut kejatuhan saham-saham raksasa teknologi.

Indeks Nasdaq 100 yang padat saham teknologi anjlok 1,9%, sementara indeks S&P 500 terkoreksi 0,6%. 


Penurunan tajam juga melanda indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) yang merosot hingga 5,7%. Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah AS (Treasury) tenor 10-tahun bergerak di kisaran 4,43%.

“Secara teknikal, momentum rebound masih terjaga selama masih IHSG bertahan di atas support 6.071-5.931, dengan potensi melanjutkan penguatan menuju resistance 6.300-6.360,” kata Technical Analyst BRI Danareksa Sekurtias Reza Diofanda dikutip dari riset, Rabu (17/6/2026).