Logo Bloomberg Technoz

PM Prancis Bayrou Lengser Usai Kalah dalam Mosi Tidak Percaya

News
09 September 2025 06:00

Francois Bayrou menjadi perdana menteri Prancis yang baru. (Nathan Laine/Bloomberg)
Francois Bayrou menjadi perdana menteri Prancis yang baru. (Nathan Laine/Bloomberg)

Samy Adghirni dan William Horobin - Bloomberg News

Bloomberg, Perdana Menteri (PM) Prancis Francois Bayrou kalah dalam mosi tidak percaya di parlemen, memaksa terjadinya pergantian pemerintahan ketiga hanya dalam waktu lebih dari setahun. Kekalahan ini kembali menimbulkan ketidakpastian mengenai bagaimana negara itu dapat mengatasi beban utang yang terus meningkat.

Partai-partai dari berbagai spektrum politik di majelis rendah bergabung pada Senin (8/9) untuk menjatuhkan Bayrou, yang sebelumnya mengajukan mosi tersebut dalam upaya gagal meraih dukungan atas reformasi anggaran yang tidak populer. Hanya 194 anggota parlemen yang memberikan suara mendukung perdana menteri, sementara 364 lainnya menolak.


Presiden Emmanuel Macron dijadwalkan menerima pengunduran diri Bayrou pada Selasa dan akan menunjuk perdana menteri baru dalam beberapa hari ke depan, menurut pernyataan resmi dari kantor presiden. Pemerintahan baru nantinya tetap harus menemukan cara untuk meloloskan rancangan anggaran, sebuah ujian yang telah menggulingkan dua perdana menteri sebelumnya.

“Prancis sedang tenggelam dalam gelombang utang,” kata Bayrou kepada anggota parlemen sebelum pemungutan suara. “Anda memiliki kekuatan untuk menjatuhkan pemerintah, tetapi Anda tidak memiliki kekuatan untuk menghapus kenyataan.”