Logo Bloomberg Technoz

Danantara Rambah Smelter Nikel: Mending Proyek GEM-Vale atau GNI?

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 September 2025 06:50

Sebuah bengkel peleburan baja nirkarat di pabrik./Bloomberg-Anindito Mukherjee
Sebuah bengkel peleburan baja nirkarat di pabrik./Bloomberg-Anindito Mukherjee

Bloomberg Technoz, Jakarta – Langkah BPI Danantara menggandeng GEM Ltd. untuk investasi di proyek smelter nikel hidrometalurgi dinilai bakal lebih menguntungkan dalam jangka panjang, alih-alih mengakuisisi smelter pirometalurgi milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).

Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi Achyak berpendapat langkah Danantara masuk dalam proyek GEM—yang juga digarap bersama PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) — akan mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.

Dengan begitu, industri baterai EV di Indonesia diharapkan makin berkembang dan pada akhirnya bisa menjadi salah satu pemasok terbesar di kawasan sesuai target pemerintah. Jika skenario tersebut terwujud, Danantara berpotensi meraup untung dalam jangka waktu yang terbilang lama.


“Kalau terkait dengan PT GNI, andaikan pun Danantara mau masuk [mengakuisisi aset Gunbuster], itu bisa jadi salah satu opsi yang cenderung opportunistic dengan fokus mencari keuntungan finansial secara cepat,” kata Ali ketika dihubungi, dikutip Jumat (5/9/2025).

Pabrik pengolahan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Menurut dia, jika Danantara mengakuisisi smelter GNI, keuntungan yang diperoleh memang  bisa lebih cepat karena tidak perlu menunggu waktu pembangunan dan bisa segera melanjutkan operasional smelter.