Logo Bloomberg Technoz

Untung-Rugi Wacana Danantara Caplok Aset Smelter Nikel Gunbuster

Azura Yumna Ramadani Purnama
14 August 2025 12:00

PT Gunbuster Nickel Industry (dok. Instagram @gunbusterofficial)
PT Gunbuster Nickel Industry (dok. Instagram @gunbusterofficial)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar pertambangan memandang wacana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengakuisisi aset smelter nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) berpotensi menimbulkan kerugian dan keuntungan pada saat yang sama.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy menjelaskan wacana akuisisi tersebut berpotensi merugikan Danantara sebab Indonesia telah memiliki banyak smelter nikel pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) yang memproduksi feronikel (FeNi) dan nickel pig iron (NPI).

Sementara itu, permintaan global terhadap dua produk olahan nikel dipandang tengah tertekan hingga akhirnya muncul potensi kelebihan pasokan (oversupply) yang menyebabkan harga FeNi dan NPI kurang ekonomis.


“Harga nikel saat ini berada di level terendah sejak 2020, sekitar US$15.000/ton, sehingga menekan margin dan membuat banyak smelter kehilangan economic viability. Alih-alih untung, bisa jadi akan menyebabkan kerugian [bagi Danantara],” kata Sudirman melalui pesan singkat, dikutip Kamis (14/8/2025).

Warga berjalan di depan gedung Wisma Danantara Indonesia di jalan Jend. Gatot Subroto, Minggu (29/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain itu, Sudirman memandang langkah Danantara tersebut bisa menyebabkan kerugian jika faktor eksternal seperti pemberlakuan tarif antidumping oleh China tak dipertimbangkan.