Logo Bloomberg Technoz

Kondisi ini diperburuk oleh ketidakpastian eskalasi Pemerintah, hingga situasi memanas pasca Affan Kurniawan, pengemudi Ojek Online, meninggal dunia akibat dilindas oleh kendaraan taktis Brimob Polri,  diperberat lagi pasar juga berada dalam mode wait and see menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.   

Tekanan ini memicu gelagat jual massal, terutama dari investor asing, yang mencatatkan net sell sebesar Rp1,61 triliun dari pasar saham Indonesia. Pelemahan ini juga terjadi setelah IHSG dua kali gagal menembus level psikologis 8.000, yang menurut kacamata analis teknikal, membentuk sinyal pelemahan double top.   

Rebound Dramatis: Pernyataan Pemerintah dan Data Ekonomi RI Solid

Setelah dua hari yang ‘gelap’, pasar berhasil berbalik arah. Pada Selasa, 2 September, IHSG dibuka menguat lebih dari 1% dan kembali menembus level 7.800. Pada penutupan perdagangan, IHSG ditutup menguat 0,85% ke level 7.801,5.

Hingga berlanjut pada Rabu hari ini, IHSG ditutup menguat 1,08% point–to–point.

Pemulihan ini didorong oleh sejumlah katalis positif. Yang paling penting adalah upaya Pemerintah untuk menenangkan pasar.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar Konferensi Pers Stabilitas Pasar Modal Indonesia pada Senin, 1 September kemarin, untuk menegaskan kepercayaan investor di mana manuver demonstrasi tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi dan investasi nasional.

“Terkait situasi terkini, dengan fundamental ekonomi yang solid, pemerintah yakin dampak dari dinamika sosial dan politik yang terjadi terhadap ekonomi hanya bersifat jangka pendek dan kami harapkan akan membaik dengan segera,” papar Airlangga pada Senin kemarin.

Sejumlah indikator yang mencerminkan fundamental ekonomi RI solid seperti yang disebutkan Airlangga:

  1. Pertumbuhan ekonomi Semester I–2025 mencapai 4,99% dengan kinerja khusus Kuartal kedua ada di 5,12%.
  2. Inflasi pada Juli 2025 di 2,37%, dinyatakan Pemerintahan masih dalam posisi terkendali.
  3. PMI Manufaktur Melaju Ekspansif pada Level 51,5
  4. Konsumsi dalam negeri diklaim masih kuat dengan neraca perdagangan yang surplus.

Selain itu, kenaikan harga komoditas global, khususnya emas, juga menjadi pendorong utama. Harga emas dunia melejit ke rekor tertinggi (All Time High), didorong oleh pelemahan dolar AS dan spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed. Hal ini mendorong aksi beli selektif pada saham–saham terkait komoditas, terutama emas.   

Daftar Saham dengan Rebound Tertinggi

Rebound IHSG yang cepat dipimpin oleh sejumlah saham–saham potensial lapis dua dan tiga, bersamaan dengan sejumlah saham berkapitalisasi besar, Big Caps, yang didorong oleh sentimen tertentu.

Berikut adalah saham tercuan hingga menjadi Top Gainers saat IHSG bermanuver, berdasarkan data Bloomberg.

  1. PT Tempo Inti Media Tbk PT (TMPO), menguat 84,83%
  2. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk PT (CBRE), menguat 63,84%
  3. PT Pradiksi Gunatama Tbk PT (PGUN), menguat 55,87%
  4. PT Multi Makmur Lemindo Tbk PT (PIPA), menguat 53,51%
  5. PT Gaya Abadi Sempurna Tbk PT (SLIS), menguat 52,17%
  6. PT Shield on Service Tbk PT (SOSS), menguat 51,49%
  7. PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk PT (RMKO), menguat 43,64%
  8. PT Berlian Laju Tanker Tbk PT (BLTA), menguat 41,94%
  9. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk PT (COCO), menguat 39,58%
  10. PT Diamond Citra Propertindo Tbk PT (DADA), menguat 39,29%

Sedang saham LQ45 juga berhasil rebound hingga melesat pada Jumat–Rabu.

  1. PT Aneka Tambang Tbk PT (ANTM), menguat 16,78%
  2. PT Medco Energi Internasional Tbk PT (MEDC), menguat 4,61%
  3. PT United Tractors Tbk PT (UNTR), menguat 3,75%
  4. PT Vale Indonesia Tbk PT (INCO), menguat 3,68%
  5. PT Amman Mineral Internasional Tbk PT (AMMN), menguat 3,55%
  6. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk PT (AADI), menguat 2,87%
  7. PT Pertamina Gas Negara Tbk PT (PGAS), menguat 2,62%
  8. PT Semen Indonesia Tbk PT (SMGR), menguat 2,56%
  9. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk PT (JPFA), menguat 1,82%
  10. PT Merdeka Copper Gold Tbk PT (MDKA), menguat 1,59%

(fad)

No more pages