Logo Bloomberg Technoz

"Kita mengusulkan supaya food tray itu pakai SNI. Kalau sekarang misalnya diragukan kan ya sudah pakai SNI saja,"jelasnya.

Untuk langkah lebih lanjut, Budi mengatakan akan memastikan dahulu siapa pemasok produk tersebut.

"Makanya kita inspeksi dulu yang mana, supplier-nya siapa. Kan cari supplier yang enggak ada minyak babinya misalnya. Kita bisa cari solusi," katanya.

Sebelumnya diberitakan, isu mengenai food tray mengandung lemak babi pertama kali digaungkan oleh salah satu media.

Dalam penelusurannya, food tray tersebut dilapisi oleh cairan yang diduga menduga lemak babi tetapi dilabeli Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana pun telah merespons hal ini. Dia mengatakan masih mempelajari hal tersebut sambil diiringi investigasi.

Di sisi lain, Juru Bicara Badan Gizi Nasional, Redy Hendra Gunawan menjelaskan BGN hingga saat ini belum menemukan fakta terkait food tray mengandung lemak babi tersebut.

“Saya belum menemukan fakta bahwa FT [food tray] yang digunakan oleh mitra BGN mengandung kandungan lemak babi. Baiknya diuji oleh BPJPH saja,” kata Redy.

(dec/spt)

No more pages