Donald Trump sendiri sejauh ini belum menanggapi laporan tersebut. Namun pada Senin lalu, ia menyerukan agar konflik segera berakhir. Trump dan timnya dijadwalkan bertemu dengan pejabat senior Israel di Washington pada Rabu untuk membahas perkembangan perang.
Laporan IPC menyebut lebih dari 640 ribu orang di wilayah Palestina — sekitar sepertiga dari total 2 juta penduduk Gaza — diperkirakan menghadapi “tingkat kerawanan pangan yang sangat parah” pada akhir September. Temuan ini menambah tekanan terhadap Israel, dengan Uni Eropa mendesak pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar memberikan “akses kemanusiaan segera, tanpa hambatan, dan berkelanjutan.”
Sejumlah lembaga PBB sebelumnya telah memperingatkan bahaya kelaparan massal dan malnutrisi di Gaza, terutama sejak Israel menutup akses bantuan internasional setelah gencatan senjata terakhir berakhir pada Maret lalu.
Namun, Shea menyampaikan narasi berbeda. Ia mengatakan Israel telah “memungkinkan lebih dari dua juta ton bantuan masuk ke Jalur Gaza, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Ia juga mendesak PBB untuk berhenti “menggemakan narasi palsu, yang hanya menguntungkan Hamas, memperpanjang perang, dan menyengsarakan warga sipil di Gaza.”
Usai pertemuan Dewan Keamanan, AS menolak bergabung dengan 14 anggota lain yang menyerukan diakhirinya pertempuran di Gaza. Ke-14 negara itu mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen, sekaligus meminta Israel mencabut pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan.
“Ini adalah krisis buatan manusia,” kata Trishala Persaud, wakil duta besar Guyana. “Kelaparan di Gaza harus dihentikan segera. Hukum Humaniter Internasional wajib dihormati.”
(bbn)































