Selain itu, Sugiono mengatakan syarat Immanuel Ebenezer untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Legislatif 2024 dari daerah pemilihan Kalimantan Utara melalui Partai Gerindra hanya sebatas menjadi anggota, bukan kader.
Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Immanuel Ebenezer juga tidak aktif dalam kepengurusan atau kegiatan Partai Gerindra.
“Secara otomatis per akhir tahun keanggotaan partai ada pendaftaran ulang atau registrasi ulang, dan perpanjangan itu nanti akan kita lihat apakah diperpanjang atau tidak,” ujar Dasco.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto lewat Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi memecat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan. Hal ini dilakukan presiden usai Noel, panggilan akrab Immanuel ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (23/8/2025).
“Baru saja untuk menindaklanjuti hal tersebut Bapak Presiden telah menandatangani keputusan presiden tentang pemberhentian saudara Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Tenaga Kerja” kata Prasetyo, Jumat (23/8/2025).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 11 tersangka dalam operasi tangkap tangan dalam kasus dugaan korupsi berupa pemerasan pengajuan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan periode 2019-2025. Kasus yang menggelembungkan biaya pengurusan sertifikasi K3 dari Rp275.000 menjadi sekitar Rp6 juta tersebut turut menyeret eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan.
Lembaga antirasuah menemukan dugaan pemerasan ini sudah terjadi sejak beberapa periode waktu sebelumnya, yakni 2019 hingga saat ini. Praktik lancung bahkan tidak berhenti meski Noel - sapaan akrab Immanuel - dilantik menjadi wakil menteri ketenagakerjaan pada Oktober 2024.
Kiprah politik Immanuel mulai mencuat usai dirinya membentuk tim relawan untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'aruf Amin pada Pemilu 2019. Dia membentuk kelompok relawan bernama Jokowi Mania atau Jokman yang cukup militan mengawal kampanye dan kemenangan Jokowi pada periode keduanya.
Usai jasa tersebut, Pemerintahan Presiden ke-7 Jokowi melalui Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat Immanuel menjadi Komisaris Utama PT Mega Eltra -- anak usaha PT Pupuk Indonesia pada Juni 2021. Akan tetapi, jabatannya tak langeng karena hanya berusia sembilan bulan. RUPS Luar Biasa pada Maret 2022 mencopot Immanuel dari jabatannya saat itu.
Salah satu dugaannya, pemerintah kecewa karena Immanuel menjadi saksi meringankan bagi terdakwa kasus terorisme, Munarman pada Februari 2022.
Meski demikian, Immanuel tetap memberikan dukungan kepada Jokowi. Dia pun mengikuti pilihan Jokowi yang sempat memberi sinyal mendukung Ganjar Pranowo untuk maju pada Pemilu 2024.
Namun, dia kemudian beralih dengan membentuk relawan Prabowo usai Jokowi pun semakin terbuka mengusung Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024. Dia pun bergabung dengan Partai Gerindra kemudian dipilih menjadi Wamen Ketenagakerjaan untuk membantu perwakilan PKS, Yassierli yang duduk sebagai Menteri Ketenagakerjaan.
(dov/roy)































