Logo Bloomberg Technoz

TINS Kekurangan Bijih Timah Buat Smelter Ausmelt Pertama di Asean

Mis Fransiska Dewi
25 August 2025 13:20

Smelter Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace PT Timah Tbk. di Bangka Barat. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska Dewi)
Smelter Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace PT Timah Tbk. di Bangka Barat. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska Dewi)

Bloomberg Technoz, Pangkalpinang – PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mengaku masih terkendala pasokan bijih timah untuk mengisi fasilitas pengolahan atau smelter berteknologi Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace di Kawasan Unit Metalurgi Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Smelter TSL Ausmelt tersebut menjadi satu-satunya smelter pemurnian timah yang dapat mengelola timah berkadar rendah di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengungkapkan smelter yang diresmikan pada November 2022 itu belum bisa berproduksi maksimal lantaran kapasitasnya yang cukup besar, tetapi pasokan bijih timah untuk diolah masih cukup minim. 


“Dari sisi kapasitas produksinya masih cukup besar, tetapi dari sisi suplai pasokan kita kasih itu masih kurang. Padahal kapasitasnya besar sekali,” Suhendra dalam media gathering di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, akhir pekan lalu.

Smelter Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace PT Timah Tbk. di Bangka Barat. (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska Dewi)

Dia menambahkan Ausmelt sejatinya memiliki kapasitas terpasang 40.000 ton per tahun. Namun, produksinya saat ini masih sebesar 20.000 ton ingot per tahun.